<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681</id><updated>2012-01-26T22:19:22.095-08:00</updated><title type='text'>Ime's Outer Space</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-6008095346569925855</id><published>2011-02-15T07:23:00.000-08:00</published><updated>2011-02-15T09:06:58.372-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konservasi: Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konservasi merupakan sebuah aktivitas yang kerap dikaitkan dengan kegiatan yang berhubungan dengan penyelamatan hutan. Namun, bahasa konservasi sendiri lebih banyak digunakan oleh orang-orang dengan latar belakang akademis dan juga pemerintah; sedikit dari masyarakat, terutama di desa, yang kenal dengan istilah 'tinggi' bernama konservasi. Yang mereka mengerti adalah dengan berhenti menebang pohon di hutan, mereka terhindar dari bahaya longsor, banjir atau hal lainnya. Menurut saya pribadi, konservasi secara definisi tidak akan pernah  memberi arti yang sebenarnya. Namun, konservasi secara aktivitas akan memberikan arti yang terbenar dari apa yang ada. Belajar dari masyarakat Cibuluh, saya jadi menyadari pentingnya kegiatan konservasi; bukan hanya untuk mereka, namun juga bagi saya dan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-BAo93WucpvE/TVqpNPkdrKI/AAAAAAAAAkY/hbGGpDsFMac/s1600/cibuluh6%2Bcopy-res.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-BAo93WucpvE/TVqpNPkdrKI/AAAAAAAAAkY/hbGGpDsFMac/s320/cibuluh6%2Bcopy-res.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573953533807275170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Cibuluh dulunya terkenal dengan kegiatan penebangan hutan yang ilegal. Entah berapa hektar lahan hutan di Gunung Simpang telah dibabat habis bagi masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Dampak dari ketiadaan lahan yang cukup ditumbuhi oleh pepohonan yang sepadan, membuat desa Cibuluh mengalami kekeringan hingga longsor.  Tingginya frekuensi kekeringan dan longsor ini, kemudian membuat warga Cibuluh berpikir ulang mengenai kegiatan penebangan hutan yang ilegal tersebut. Bahkan, mereka membentuk sebuah pasukan patroli hutan bernama Raksabumi, yang bertugas untuk menindak siapa saja yang melakukan kegiatan penebangan ilegal. Hingga hari ini, sedikit demi sedikit warga Cibuluh mulai berpaling pada kegiatan penyelamatan hutan ketimbang pembabatan hutan. Hasilnya, penduduk Cibuluh kini dapat menikmati irigasi yang berkelanjutan, tak pernah kehabisan air alam, dan yang terpenting, warga Cibuluh kini bisa membangkitkan listrik dengan menggunakan air di sungai yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SRX_qDiIJr0/TVqp5Ks1dJI/AAAAAAAAAkg/zlwopadqrNw/s1600/Cibuluh%2BA17%2Bcopy-res.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-SRX_qDiIJr0/TVqp5Ks1dJI/AAAAAAAAAkg/zlwopadqrNw/s320/Cibuluh%2BA17%2Bcopy-res.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573954288414454930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adanya pembangkit listrik tenaga air yang beredar di Cibuluh membuat saya berpikir panjang mengenai pentingnya kesadaran masyarakat tentang konservasi; dalam hal ini, konservasi hutan. Coba kita bayangkan apabila kita adalah warga Cibuluh, yang merupakan penebang liar. Mungkin kita akan berpikir, "Buat apa saya berhenti menebang kayu di hutan yang banyak kayunya ini? Toh, saya pasti bisa beli segala sesuatunya, semua bahkan air. Kalau saya tidak menebang kayu, penghasilan saya akan lebih rendah, dan saya malah tidak bisa bertahan hidup." Ya benar juga, mata pencaharian apa sih yang bisa menggantikan penjualan kayu log kepada orang di luar desa tersebut, yang hasil nominal uangnya sama. Kebanyakan orang di desa pasti akan memikirkannya dua kali. Namun, keputusan dari warga Cibuluh benar-benar memberikan tawaran yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dDJy3BnDBV0/TVqrQY6hqVI/AAAAAAAAAko/a-7xN9GGJw8/s1600/Cibuluh%2BA11%2Bcopy-res.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-dDJy3BnDBV0/TVqrQY6hqVI/AAAAAAAAAko/a-7xN9GGJw8/s320/Cibuluh%2BA11%2Bcopy-res.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573955786878593362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Warga Cibuluh saat ini menikmati listrik dengan harga yang terjangkau karena upaya mereka juga pengorbanan mereka dalam mendukung kegiatan konservasi hutan. Dan dengan kenikmatan ini, mereka giat melakukan kegiatan patroli demi kelangsungan hutan di desa mereka, sehingga ketersediaan air mereka dapat terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, upaya konservasi (dalam hal ini hutan) kerap memberikan begitu banyak hal lainnya: membantu daerah setempat untuk memiliki akses pada listrik dari sumber daya yang terbarukan, membantu daerah untuk mengantisipasi kekurangan air yang mungkin terjadi, atau mungkin menghindari terjadinya longsor, karena pohon yang ada akan berakar sangat kuat ke dalam tanah untuk menjadi penahan bagi tanah tersebut apabila hujan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rSNrAru3hlQ/TVqxdHmpGZI/AAAAAAAAAlA/n1viP2U2HDY/s1600/Cibuluh%2BA21%2Bcopy-res.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rSNrAru3hlQ/TVqxdHmpGZI/AAAAAAAAAlA/n1viP2U2HDY/s320/Cibuluh%2BA21%2Bcopy-res.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573962602639858066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Walaupun melakukan kegiatan konservasi seringkali tidak dapat dilihat hasilnya dari semenjak pertama kali ide konservasi dijalankan, namun kegiatan konservasi memberikan begitu banyak keuntungan yang dapat dinikmati oleh masyarakat setempat. Banyak orang juga masih tidak percaya akan dampak dari sebuah kegiatan konservasi. Namun, belajar dari Cibuluh, dimana kegiatan konservasi dapat melahirkan begitu banyak hal, maka dapat dipastikan bahwa kegiatan konservasi pasti akan memberikan dampak yang positif. Dan itu, telah dibuktikan oleh masyarakat Cibuluh. Jadi seharusnya, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak mendukung kegiatan konservasi dimana pun di Indonesia ini yang memunginkan. Sekali kita melakukan konservasi, maka satu dua kegiatan yang tadinya tidak mungkin, pastinya akan terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-N539ZpOB7Og/TVqydW6WAuI/AAAAAAAAAlI/TAuCL8yeRw0/s1600/Cibuluh%2BA15%2Bcopy-res.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-N539ZpOB7Og/TVqydW6WAuI/AAAAAAAAAlI/TAuCL8yeRw0/s320/Cibuluh%2BA15%2Bcopy-res.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573963706260652770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-6008095346569925855?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/6008095346569925855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=6008095346569925855' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/6008095346569925855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/6008095346569925855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2011/02/konservasi-sekali-dayung-dua-tiga-pulau.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-BAo93WucpvE/TVqpNPkdrKI/AAAAAAAAAkY/hbGGpDsFMac/s72-c/cibuluh6%2Bcopy-res.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-3150137949337539674</id><published>2010-04-26T19:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T19:48:53.784-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suara-Suara Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Salah satu keunikan dari naik angkutan umum, terutama bis kota, adalah kesempatan untuk melihat beberapa orang beraksi dengan apa yang mereka sebut sebagai kebisaan mereka.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Tentu saja, kebanyakan dari mereka adalah pengamen-pengamen jalanan. Kebanyakan pengamen yang saya temukan bersuara ngaco, tapi segelintir orang bersuara emas; dan salah satu pengamen bersuara emas, saya temukan pagi ini di bis yang saya tumpangi.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bersamaan dengan itu, saya sedang membaca buku tentang passion. Sempat terbersit di kepala saya, apakah orang-orang bersuara emas ini, terpaksa mengamen sebagai ungkapan diri mereka? Well, saya nggak paham sih. Tapi, yang saya paham adalah pengamen itu benar-benar menikmati keadaannya pada saat ia menyanyikan lagu itu. Bagaimana saya bisa mengetahuinya, karena saya melihat bagaimana kaki si pengamen tersebut mengikuti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beat&lt;/span&gt; lagu yang dimainkannya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Saya jarang sekali memberikan uang pada pengamen; tapi, kalau menurut saya pengamen itu memang punya potensi, mengapa tidak? Toh, saya juga seringkali mendapatkan uang karena saya berkarya lewat apa yang saya bisa. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lucu yah... suara-suara diri itu, tidak selalu membawa kita pada harta. Tapi yang jelas, suara-suara diri selalu membawa kita pada kebetahan dan kecukupan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-3150137949337539674?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/3150137949337539674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=3150137949337539674' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/3150137949337539674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/3150137949337539674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2010/04/suara-suara-diri-salah-satu-keunikan.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-153250349385934038</id><published>2010-02-02T07:36:00.001-08:00</published><updated>2010-02-02T07:52:56.150-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muka 'Micin'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Note: Micin adalah sebutan beberapa orang untuk penyedap makanan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pulang kantor di atas jam 7 malam membuat saya inginnya naik taksi menuju rumah, yang jaraknya tidak seberapa jauh dari kantor.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Lelah, pekerjaan juga belum selesai, membopong laptop di punggung melengkapi 'penderitaan' saya di hari Selasa.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Itu sebabnya, naik taksi menjadi sebuah alternatif yang menggiurkan bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun kemudian menyetop taksi di jalan, untuk mengantarkan saya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama setelah saya menaiki taksi tersebut, sang pengemudi angkat bicara. "Ibu, apakah ibu sudah berkacamata?" Walaupun saya menggunakan soft lens, bisa saja saya iseng mengingkarinya; tapi, saya memilih jujur. Lalu, mulailah rentetan kalimat dengan intonasi tegas dan bernada 'menjual produk' keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/S2hJ_PP-K_I/AAAAAAAAAeY/ftkscYnBWrA/s1600-h/ayam+broiler.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 126px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/S2hJ_PP-K_I/AAAAAAAAAeY/ftkscYnBWrA/s320/ayam+broiler.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433674301196610546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Mie, telur, ayam dan es," itu adalah kalimat yang ia keluarkan. Ia berkata-kata bak penjual yang sedang menjual dagangannya, "Boleh ya, bu, dilihat saja bu. Pisau ini banyak kegunaannya, bisa untuk memotong buah, daging, atau jari," yah... seperti itulah. Saya pun mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan beliau memberikan celah berpikir bagi saya untuk mencerna kata-katanya. "Saya sudah mengalami yang namanya asam urat, bu. Lalu, saya berhenti mengkonsumsi mie, telur ayam broiler, ayam broiler dan es. Sekarang, saya tidak pernah lagi bermasalah dengan asam urat saya," demikian kesaksiannya. Lalu ia menambahkan, tentang  bagaimana orang 'jaman dulu' justru memiliki ketahanan yang lebih ketimbang orang 'jaman sekarang'. Itu pun, saya harus mengakui beliau benar. Orang-orang jaman sekarang, kerentanannya semakin tinggi; sulit menyusui karena air susunya kurang, dan beberapa contoh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba merekap dan menganalisa perkataan-perkataannya. Tapi, sekali lagi, saya memang harus mengakui kebenaran analisa-nya yang beliau sampaikan melalui perkataannya. Saya berkesimpulan bahwa zaman sekarang sudah sangat berubah dengan segala kemudahannya. Kemudahan yang membawa pada kenikmatan dan puas diri. Tapi ternyata, tidak semua kemudahan itu berdampak baik pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi belajar, bahwa di dalam hidup ini, kita harus pintar dalam memilih situasi dan kondisi untuk kita hidup. Kemudahan tidak selamanya baik; ada proses yang memang harus kita lewati untuk menjadi manusia yang lebih baik. Walau terkadang, rasanya ingin sekali seluruh proses-proses ini hilang hanya dengan jentikan jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, saya berkesimpulan, bahwa seluruh keinstanan dan juga jalan-jalan yang (terlihat) indah tidak selalu berdampak baik. Muka Micin, menjadi bukti yang paling kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-153250349385934038?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/153250349385934038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=153250349385934038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/153250349385934038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/153250349385934038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2010/02/muka-micin-note-micin-adalah-sebutan.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/S2hJ_PP-K_I/AAAAAAAAAeY/ftkscYnBWrA/s72-c/ayam+broiler.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-1997822259614748559</id><published>2009-06-03T03:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T08:57:44.391-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mitigasi Perubahan Iklim: Kita Juga Bisa, Kok!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membuat hitung-hitungan sederhana, dengan berkedokan penurunan carbon footprint saya (lihatlah, betapa mulianya tujuan saya). Caranya? Sederhana! Sebelumnya, saya selalu naik ojek dari rumah hingga depan kompleks setiap harinya. Sekarang, saya melakukan shifting transportation mode dari ojek ke jalan kaki. Jarak yang paling-paling hanya 1 kilometer saya tempuh setiap harinya, membuat saya dapat menabung Rp. 3500/hari; dikalikan dengan 26 hari (jumlah total hari saya menggunakan ojek) lalu dikalikan 12. Hasilnya? Saya bisa membeli sepatu olahraga tanpa discount!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa minggu, saya kemudian mendengar adanya penjualan alat-alat untuk membuat kompos seharga sekitar Rp. 170.000 per paketnya (lengkap dengan kompos untuk 'mancing'nya - ini mau buat kompos atau mancing ikan sih?).  Kalau saya hitung dari uang simpanan ojek saya, itu artinya, saya harus berjalan kaki kurang lebih dua bulan, untuk dapat membeli peralatan tersebut dengan menggunakan uang ojek saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang saya dapatkan? Tentu saja saya jadi punya stock kompos segar per dua bulannya dan pada saat yang bersamaan, saya mereduksi sampah organik saya hingga 292.8 kg sampah organik per dua bulan (asumsi: per kapita menghasilkan rata-rata 0.61 waste/cap/day. Jumlah cap di rumah saya adalah 8 orang). Wow!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya lagi? Coba hitung berapa emisi yang bisa saya reduksi dalam 2 bulan? *hitung sendiri ya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman sederhana tersebut, saya jadi berpikir, hey, ternyata saya tidak memerlukan suntikan dana dari mana pun untuk melakukan kegiatan mitigasi skala kecil. Cukup dengan melakukan shifting transportation mode, saya bisa melakukan kegiatan mitigasi yang berangsur-angsur semakin banyak mereduksi emisi. Pemikiran ini dan pengalaman sederhana tersebut, memicu saya untuk membuat causal loop di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SiZPywk55KI/AAAAAAAAATw/4-DZkkArhiM/s1600-h/Mit-Mit+scenario.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 292px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SiZPywk55KI/AAAAAAAAATw/4-DZkkArhiM/s320/Mit-Mit+scenario.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343045741373416610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari causal loop diatas, saya jadi berkesimpulan, bahwa negara-negara berkembang pun bisa melakukan kegiatan mitigasi tanpa harus menunggu yang namanya pinjaman atau dana hibah. Karena menurut saya, selama ini hambatan selalu terjadi pada dana. Tetapi, kalau kita melakukan penghematan (energi misalnya), potensi terbangkitkannya dana pun cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Summary for Policymaker IPCC di AR4 tahun 2007, Poin 7 sub-poin 1 mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Changes in lifestyles and consumption patterns that emphasize resource conservation can contribute to developing a low-carbon economy that is both equitable and sustainable&lt;/blockquote&gt;Saya rasa, seharusnya kita bisa melakukannya, asal kita mau dan berniat untuk melakukannya. Saya juga bisa membeli perangkat pembuat kompos, karena saya mau berjalan kaki dan beralih dari ojek. Memang di awalnya sulit, tapi ke depannya, pasti sudah biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita semua bisa melakukan kegiatan mitigasi perubahan iklim kok!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-1997822259614748559?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/1997822259614748559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=1997822259614748559' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/1997822259614748559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/1997822259614748559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2009/06/mitigasi-perubahan-iklim-kita-juga-bisa.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SiZPywk55KI/AAAAAAAAATw/4-DZkkArhiM/s72-c/Mit-Mit+scenario.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-5376003341647846957</id><published>2009-05-26T20:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T21:22:13.649-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Things that I don't understand about Climate Change Negotiation (Part 2): Don't They Know about Limits to Growth?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;If you read my previous post (Part 1), you will probably wonder why was I so bothered with climate change negotiation and also about the upper limit of CO2 concentration in the atmosphere. Well, you might be as concerned as I do aft&lt;/span&gt;&lt;span&gt;er reading the rest of this post.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;We're all living in a cycle; from dust to dust term is literally and absolutely applied . Not only to human, but also our mother earth system. People says that to raise our economic growth, we need to boost our industrial sectors. No doubt about it. Yet, as long as our industries still depending on natural resources, then we really have to forget about economic growth. Our growth will be limited to the natural resources availability. Moreover, the change in the climate system, could eventually effecting not only the qu&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ality of our natural resources, but also its quantity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As an example: let's say that to increase our economic growth, fisheries sector will add up to 500% of its ships to maintain our protein supply (fisheries in the food security) slightly above the average limit of protein needed per cap per consumption. As time gone by, fishes become scarce, thus fishermen need to catch fishes further to the sea. As they gone further to the sea, they have to spend more money on the fuel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/Shy_vy5gH1I/AAAAAAAAATo/Gz-GC1E7_NM/s1600-h/negotiation+limits+to+growth.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/Shy_vy5gH1I/AAAAAAAAATo/Gz-GC1E7_NM/s320/negotiation+limits+to+growth.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340354085992275794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;The above description shows us that natural resources has its limits. It has been in human blood for years that after we reap, we newer sow back. What will happen is our resources become scarcer, food security will be threaten and hunger will be spread around the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In addition, climate change is happening where climate change would increase the sea water temperature, causing acidity which will effect the availability of oceanic natural resources.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reflecting on the example above, the higher concentration of CO2 in the atmosphere (which will change the earth's temperature) will decrease the quality of natural resources in which we're much depend on. The higher the temperature, it is highly likely (if i may borrow IPCC's term) that the earth will be vulnerable in terms of food security. If there's no food, how can human be able to work to develop their own country and increasing their economic growth?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't think many people who deal with negotiation in climate change would think the same. Yet, they keep flying to meetings venues, emitting CO2 and those who already in deep trouble because of food scarcity, will always be in trouble, waiting to be washed away by the CO2 concentration that will increase...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What an ironic...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ime'...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-5376003341647846957?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/5376003341647846957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=5376003341647846957' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/5376003341647846957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/5376003341647846957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2009/05/things-that-i-dont-understand-about_26.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/Shy_vy5gH1I/AAAAAAAAATo/Gz-GC1E7_NM/s72-c/negotiation+limits+to+growth.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-8843398293188504357</id><published>2009-05-26T00:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T00:23:19.563-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Things that I don't understand about Climate Change Negotiation: When Will they Agreed to really Combating Climate Change? (Part 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;It i&lt;/span&gt;&lt;span&gt;s really been awhile&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;since&lt;/span&gt;&lt;span&gt; the last time I worked on Climate Change negotiation issues&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;When i finally get the chance to work on it again, I don't see many progresses on the issues; which made me think, that I'm not that far left behind.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;In the shared vision side for example; the negotiation is still going on issues what is the maximum carbon dioxide concentration in the atmosphere as the limit? As countries talking about it (and tried to reach an agreement), all delegates are flying back and forth from their contries to the meetings venue. &lt;a href="http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601170&amp;amp;refer=home&amp;amp;sid=aPbfclqokwcw"&gt;Bloomberg&lt;/a&gt; had mentioned that in 2007, as the Climate Change conferences held in Bali, each delegate would produce around 4.07 metric tons of carbon dioxide to reach Nusa Dua which is located around 950 km (600 miles) from Jakarta. Not to mention the amount of CO2 they produce from their countries to Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Another issue that confuses me is the additional (new) terms I found that complicated things. Let's say MRV (Measurable, Reportable, Verifiable), QELRO (Quantified Emission Limitation and Reduction Objective) and I bet there are many others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the Adaptation side, Adaptation Fund is still an issue. Until today, I have no idea how the fund can be accessed, which countries eligible to access the fund, what kind of activities are eligible, how to measure its success? Trust me, I have no idea at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Probably someone can do me a favor here by explaining to me about the issues mentioned above?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you very much&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ime'...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-8843398293188504357?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/8843398293188504357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=8843398293188504357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/8843398293188504357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/8843398293188504357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2009/05/things-that-i-dont-understand-about.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-6926530210427643422</id><published>2009-04-19T21:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T21:59:12.992-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penipisan Lapisan Ozon dan Pemanasan Global Warming: Samakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Alasan mengapa saya menuliskan ini adalah karena saya sedikit heran dengan begitu banyaknya orang yang mengatakan pemanasan global itu 'bersekongkol' dengan penipisan lapisan ozon. Well, mereka memang 'bersekongkol' dalam merusak bumi, tapi mereka sama sekali tidak berhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penipisan lapisan ozon disebabkan meningkatkan persentasi gas-gas yang bereaksi dengan ozon (O3) sehingga mengurangi kadarnya di atmosfir. Di pihak lain, lapisan ozon ini diperlukan untuk mengurangi penetrasi ultraviolet dari matahari; kalau kita berbicara tentang ultraviolet, maka kita berbicara mengenai radiasi. Efek radiasi terhadap kehidupan di bumi? Ozon disinyalir memberikan dampak pada sel-sel manusia yang berujung pada kanker. Semakin 'tebal' lapisan Ozon, maka semakin sedikit sinar ultraviolet yang menembus atmosfer untuk masuk ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, manusia juga membutuhkan ultraviolet ini guna menunjang ketersediaan vitamin D bagi setiap orang. Oleh karena itu, ozon perlu dijaga konsentrasinya sehingga kehidupan dapat berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan iklim sendiri disebabkan oleh penumpukan gas-gas rumah kaca di atmosfir yang menyebabkan panas matahari yang harusnya menembus bumi, menjadi terperangkap di atmosfir.  Gas-gas rumah kaca ini memiliki fungsi untuk menyerap matahari dengan komposisi yang tepat, sehingga kelangsungan hidup di bumi memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua penjelasan di atas, sebenarnya sudah cukup menjelaskan, bahwa penipisan lapisan ozon itu tidak sama dengan fenomena perubahan iklim; karena dari kedua hal tersebut, dapat dilihat bahwa konteknya sudah berbeda (yang satu ada hubungannya dengan radiasi sinar ultraviolet, sedangkan yang lain berhubungan dengan panas matahari tersebut (bukan radiasinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian, pada saat kedua fenomena ini terjadi bersamaan, maka dampak yang diterima bumi berganda. Itu sebabnya, sebaiknya kedua fenoman ini dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga penjelasan ini dapat memberikan sedikit pengertian tentang perbedaan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-6926530210427643422?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/6926530210427643422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=6926530210427643422' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/6926530210427643422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/6926530210427643422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2009/04/penipisan-lapisan-ozon-dan-pemanasan.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-2554855850479680290</id><published>2009-03-25T09:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T11:13:00.919-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sequences vs. Causes-Effects&lt;/span&gt; : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A Way to Understand System Thinking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, salah seorang kolega di kantor saya membaca blog saya yang ini (karena memang saya lagi berusaha mempromosikan blog outer space saya untuk beberapa kalangan tertentu) dan menanyakan tentang system thinking. Saya sih senang-senang saja menjelaskannya, walaupun saya pribadi juga belum berada pada tahap yang advance, tapi saya berusaha memelihara ilmu tersebut dengan cara berlatih dan berlatih (lihat saja postingan-postingan sebelumnya, semuanya system thinking).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memberikan ilustrasi mengenai apa yang akan terjadi pada saat kita merasa kesal di kantor akan berdampak pada hal-hal yang malah bisa membuat diri kita tambah kesal karena kita tidak berusaha untuk mengenali dan mengendalikannya di awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan apabila anda mendapatkan masalah di kantor yang membuat anda menjadi sangat kesal. Tanpa anda sadari, anda membawa kekesalan tersebut pulang ke rumah. Karena anda tidak dapat mengendalikan kekesalan anda, anda jadi marah dan anda lampiaskan pada dogie anda dengan menendangnya. Spontan si dogie kesakitan, kesal juga; wong lagi tidur enak-enak, tiba-tiba ditendang. Pada saat yang bersamaan, seorang anak kecil berlari lalu lalang di hadapan sang dogie, spontan dogie yang sudah 'panas' menggigit sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak terkaing-kaing, eh, salah, menangis meraung-raung kepada sang ibu yang langsung membawa si anak ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Selidik demi selidik, sang ibu mendapati bahwa si anak digigit oleh dogie anda. Maka menghamburlah sang ibu kepada anda, guna meng-claim uang pengobatan yang ia lakukan. Anda mau tak mau membayar biaya pengobatan, yang tentu saja menambah kekesalan anda. Melihat dogie anda, pilihannya ada 2: anda kembali melampiaskan kekesalan anda pada dogie atau anda berpikir lain? Coba ingat apa yang dilakukan oleh dogie anda setelah anda tendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh kejadian diatas dapat digambarkan oleh lingkaran sebab-akibat dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/Scpfu1VTdcI/AAAAAAAAAQQ/5uPPupuEcSA/s1600-h/causes-effects.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 203px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/Scpfu1VTdcI/AAAAAAAAAQQ/5uPPupuEcSA/s320/causes-effects.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317167568259347906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Diagram di atas menggambarkan adanya hubungan sebab-akibat antara satu kejadian dengan kejadian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sequence&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sequence berbicara mengenai urutan-urutan kejadian yang terjadi. Mengambil kasus di atas, maka penjelasan mengenai sequence dapat digambarkan dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/Scpy38isDpI/AAAAAAAAAQg/n2gCNnEAMwk/s1600-h/sequence1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 74px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/Scpy38isDpI/AAAAAAAAAQg/n2gCNnEAMwk/s320/sequence1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317188615534284434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;System thinking sendiri tidak menganut pola berpikir sequence, namun causes-effects. Bagi saya yang adalah orang proses, membedakan hal ini menjadi sebuah tantangan tertentu bagi saya, karena sering kali saya malah membuat alur sequence ketimbang alur sebab-akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila diamati lebih dalam lagi, sequence memiliki lingkup yang lebih sempit ketimbang causes-effects, karena causes-effects melibatkan begitu banyak aktor dan elemen didalamnya sedangkan sequence umumnya hanya melibatkan satu aktor. Itu sebabnya pula analisa dengan menggunakan sequence tidak dapat menjelaskan sampai ke pihak lain, namun lebih didominasi oleh satu pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap dari penjelasan ini, akan ada banyak orang yang mengerti mengenai system thinking. Saya juga masih belajar, namun saya percaya, dengan memberikan informasi mengenai hal ini, saya juga semakin memiliki pengetahuan (when you give, you shall receive).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekali lagi, sequence itu tidak sama dengan causes-effects dan system thinking menganut system dengan causes-effects ketimbang sequences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-2554855850479680290?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/2554855850479680290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=2554855850479680290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/2554855850479680290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/2554855850479680290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2009/03/sequences-vs.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/Scpfu1VTdcI/AAAAAAAAAQQ/5uPPupuEcSA/s72-c/causes-effects.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-9136273392559166354</id><published>2009-03-12T01:58:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T02:34:08.665-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurunkan 1 Derajat Pemanas = Mereduksi Emisi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul diatas saya buat sehubungan dengan memori saya akan sebuah acara yang dilakukan oleh sebuah lembaga yang memuat nama salah satu negara terbesar di dunia. Acaranya tentang mitigasi perubahan iklim, ada beberapa topik yang menarik (tentunya selain CDM), yaitu bagaimana CDM setelah tahun 2012 dan apa yang dilakukan oleh beberapa lembaga tertentu dalam rangka mitigasi perubahan iklim. Saya sih tertarik, nggak tau yang lain. Cuman mungkin, yang tentang CDM, bagi saya info yang beredar di sana, saya sudah terlalu lama tahu dan presentasi tentang hal tersebut pun terlihat bagi saya jadi membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, salah satu pihak kedutaan dari negara yang bersangkutan memberikan presentasi mengenai kebijakan apa yang akan mereka terapkan sehubungan dengan mitigasi perubahan iklim. Salah satu hal yang saya dengar adalah mereka memiliki kebijakan untuk menurunkan penggunaan pemanas 1 derajat; jadi misalnya, mereka set pemanas ruangan 25 derajat, maka dengan adanya kebijakan yang satu ini, pemanas ruangan diwajibkan maksimal menjadi 24 derajat. Saya cukup kaget mendengarnya, namun saya pikir, negara ini berani juga yah. Berbicara masalah menurunkan suhu ruangan, itu berarti bicara masalah memobilisasi orang dan bagaimana memonitornya. Sang presenter sih nggak menerangkan detail tentang upaya-upaya mobilisasi yang nantinya (harusnya) digunakan, jadi saya hanya menyimpan itu dalam pikiran saya. Lagipula, isunya kan tentang rencana mitigasi, bukannya rencana memobilisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi tersebut saya membuat sebuah causal loop, dengan menggunakan system thinking untuk melihat apakah kebijakan itu cukup tepat guna. Hasilnya? Lihat gambar di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SbjRfoJfcVI/AAAAAAAAAPo/yw3KqaecdDc/s1600-h/British1derajat.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 271px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SbjRfoJfcVI/AAAAAAAAAPo/yw3KqaecdDc/s400/British1derajat.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312226101766877522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hubungan sebab-akibat yang bisa saya susun, saya mendapatkan bahwa penurunan satu derajat dari penggunaan pemanas belum tentu dapat menurunkan emisi negara tersebut. Hal ini disebabkan karena, penurunan satu derajat akan menyebabkan terdapatnya ruangan-ruangan yang lebih dingin sehingga para 'penghuni' ruangan-ruangan tersebut akan beradaptasi melalui pakaian yang digunakan. Dengan demikian, permintaan pakaian (lebih) hangat dan (lebih) tebal akan meningkat. Meningkatnya permintaan, tentu akan meningkatkan produksi/aktivitas industri yang pastinya meningkatkan emisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang memang masih menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;uncertainty&lt;/span&gt; dalam model yang satu ini. Yang terpikir oleh saya adalah apakah produksi garment dilakukan di negara tersebut atau harus melalui transaksi impor? tentunya kalau melibatkan impor, emisi yang dihasilkan menjadi jauh lebih tinggi. Belum lagi apabila produksi dilakukan di negara berkembang, yang rata-rata masih menggunakan bahan bakar fosil dengan efisiensi rendah. Tidak hanya itu, namun transportasi yang terlibat didalamnya juga harus diperhitungkan. Mungkin kalau diproduksi di negara tersebut, emisi yang dihasilkan bisa cukup kompetitif dengan pengurangan 1 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan yang saya tarik dari pemodelan sederhana ini adalah dikeluarkannya kebijakan penurunan satu derajat ini tidaklah cukup untuk menurunkan emisi tersebut. Kebijakan-kebijakan lainnya juga diperlukan, misalnya di sektor energi, penggunaan mesin-mesin dengan efisiensi tinggi, teknologi yang lebih bersih atau yang lainnya. Kebijakan impor pun sepertinya harus diberlakukan di dalam satu negara (ini seandainya dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;business as usual&lt;/span&gt;, garmen berasal dari negara lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan tambahan:&lt;br /&gt;ini baru dikaitkan dengan emisi, belum dikaitkan dengan ketersediaan bahan baku untuk industri terkait. Kalau dikaitkan lagi, mungkin saja akan terjadi konflik lahan dalam proses pengadaan bahan baku. Tapi, yang dibuat disini hanyalah model yang sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-9136273392559166354?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/9136273392559166354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=9136273392559166354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/9136273392559166354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/9136273392559166354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2009/03/menurunkan-1-derajat-pemanas-mereduksi.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SbjRfoJfcVI/AAAAAAAAAPo/yw3KqaecdDc/s72-c/British1derajat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-5820080097066024740</id><published>2009-02-18T00:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T00:30:15.891-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nasib Nelayan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Baru-baru ini saya berkunjung ke salah satu daerah di Indonesia, yang sepertinya masih sepi 'penggemar'. Nggak seperti daerah pantai lain di Jawa Barat, Ujung Genteng menurut saya cenderung sepi pengunjung. Padahal, daerah yang terletak di pinggiran Selatan Pulau Jawa dan langsung terekspos dengan Samudera Hindia ini merupakan salah satu tempat wisata yang menarik. Well, tempat wisata kan nggak selamanya harus ramai terus kan? Memang, Ujung Genteng relatif sepi. Jadi, buat orang-orang yang suka keramaian, pastinya kurang menikmati daerah yang satu ini. Tapi bagi saya, Ujung Genteng adalah tempat yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan saya ke Ujung Genteng membawa saya untuk bercakap-cakap dengan beberapa penghuni wilayah ini yang kebanyakan adalah nelayan. Ternyata, sudah beberapa minggu terakhir, para nelayan tidak lagi mengerahkan diri mereka untuk menangkap ikan Layur, yang merupakan tangkapan mereka yang utama dan termahal. Hal ini disebabkan oleh adanya gelombang tinggi yang menciutkan nyali para nelayan ini. Bagaimana tidak, mereka harus menempuh jarak puluhan mil ke tengah Samudera untuk mengais nasi. Namun, dengan adanya gelombang tinggi, lebih baik mereka menyimpan nyawa mereka untuk sementara dari amukan samudera. Gelombang tinggi ini pastinya terjadi karena adanya perubahan cuaca yang signifikan; jika keadaan cuaca untuk beberapa tahun terakhir dirata-ratakan, kemudian dibandingkan dengan rata-rata cuaca dalam beberapa tahun sebelumnya, lalu didapatkan deviasi yang sangat besar, bisa jadi gelombang tinggi ini memang disebabkan karena perubahan iklim sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, saya (kembali) membuat causal loop berdasarkan pemikiran saya sendiri mengenai pengaruh dari perubahan iklim terhadap pendapatan masyarakat, terutama nelayan dalam konteks ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SZvEntruyuI/AAAAAAAAAO0/Mb7XUvb_3Vg/s1600-h/ujung+enteng+loop.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 251px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SZvEntruyuI/AAAAAAAAAO0/Mb7XUvb_3Vg/s320/ujung+enteng+loop.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304049172715850466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Loop diatas menunjukkan loop reinforcing; yang apabila digambarkan maka perilaku model akan menunjukkan perilaku yang eksponensial, bisa bertumbuh terus atau malah berkurang terus menerus. Kalau yang bertumbuh terus, dengan hanya memperhitungkan komponen-komponen diatas, keuntungan nelayan dari melaut pastinya akan terus meningkat. Namun, apabila ternyata frekuensi melaut dari nelayan terus berkurang (karena efek gelombang tinggi), maka dapat dikatakan bahwa keuntungan nelayan dari melaut pastinya berkurang drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya contoh sederhana saja sebenarnya. Intervensi dari pemerintah untuk membantu para nelayan ini bisa bermacam-macam. Salah satu yang saya lihat di lapangan sih, mungkin pemerintah bisa membantu Ujung Genteng untuk mengembangkan potensi pariwisatanya. Potensi pariwisata ini tentunya akan membuka begitu banyak peluang untuk masyarakat Ujung Genteng dapat meningkatkan ekonomi mereka (buka warung untuk para turis, bisnis merchandise dan lain sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tentu saja, itu barulah kesimpulan kasar yang saya buat. Untuk bisa mengembangkan pariwisata di Ujung Genteng pun, pemerintah masih harus mengeluarkan effort dalam mendidik masyarakat sekitar mengenai pariwisata dan juga membina sekelompok masyarakat untuk membuat industri rumah suvernir untuk para turis. Belum lagi upaya-upaya untuk mendatangkan turis ke daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sih yakin, kalau saja Ujung Genteng menjadi salah satu prioritas dari pemerintah, pastinya daerah ini akan sangat berkembang dan pada saat gelombang tinggi, para nelayan masih tetap memiliki penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, begitulah oleh-oleh saya dari Ujung Genteng. Semoga dapat dinikmati :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;PS: cerita Ujung Genteng lainnya ke &lt;a href="http://the-world-of-ime.blogspot.com"&gt;sini&lt;/a&gt; aja.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-5820080097066024740?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/5820080097066024740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=5820080097066024740' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/5820080097066024740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/5820080097066024740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2009/02/nasib-nelayan-baru-baru-ini-saya.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SZvEntruyuI/AAAAAAAAAO0/Mb7XUvb_3Vg/s72-c/ujung+enteng+loop.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-4010376525022209919</id><published>2009-02-03T00:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T02:19:39.192-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Benarkah Ketersediaan Pupuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Membaca sebuah artikel di Jakarta Post tertanggal 28 januari 2009 membuat saya tergerak untuk membuat tulisan yang satu ini. Menurut saya, tulisan yang ada di Jakarta Post tersebut sangat menarik, karena sang penulis melihat permasalahn ketersediaan pupuk dan dampaknya bagi petani dari sisi yang lai. Yang saya tangkap, ketersediaan pupuk tidak selalu menjadi jawaban atas masalah perekonomian petani. untuk mengetahui kebenaran hal tersebut, saya membuat sebuah mental model dengan menggunakan metodologi system thinking dan saya gambarkan dengan menggunakan software Vensim PLE, karena menurut saya, software yang satu ini dapat digunakan untuk menggambarkan gelung kausal dengan baik. Dari simulasi yang saya lakukan, saya mendapatkan kesimpulan bahwa ketersediaan pupuk tidaklah menjamin pertumbuhan ekonomi petani secara jangka panjang.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SYgIZxG_deI/AAAAAAAAAN8/aL4wIpPDr7s/s1600-h/JP280109-pendek.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SYgIZxG_deI/AAAAAAAAAN8/aL4wIpPDr7s/s320/JP280109-pendek.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298494200373802466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Gambar 1 Dampak dari Penggunaan Pupuk terhadap Pertumbuhan Ekonomi Petani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Gambar 1 menunjukkan bahwa penggunaan pupuk akan meningkatkan produktivitas tanah yang akan berakibat pada jumlah tanaman pangan yang dapat tumbuh. tentu saja hal ini akan meningkatkan ekonomi dari petani, karena semakin banyak hasil yang dapat dipanen oleh petani, maka pendapatan para petani pun akan meningkat. Hal ini akan mengakibatkan petani berpikir bahwa adanya pupuk akan meningkatkan hasil panen mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan mereka. Untuk jangka pendek, hal ini sangat menggiurkan bagi para petani. Bagaimana dengan penggunaan pupuk untuk jangka panjang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SYgMRZnyCyI/AAAAAAAAAOE/oZEGuQQ1rH0/s1600-h/JP280109-panjang.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SYgMRZnyCyI/AAAAAAAAAOE/oZEGuQQ1rH0/s320/JP280109-panjang.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298498454676441890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar 2 Efek Penggunaan Pupuk untuk Tanaman Pangan Terhadap Ekonomi Petani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Gambar 2 menunjukkan dampak dari penggunaan pupuk untuk jangka panjang. Melalui gambar ini pun terlihat bahwa penggunaan pupuk yang berlebihan akan berdampak pada penurunan ekonomi petani. Hal ini disebabkan karena penggunaan pupuk yang berlebihan akan menurunkan kualitas sumber daya alam sekitarnya (terutama kualitas air sungai yang akan menurunkan ketersediaan sumber protein dan menurunkan produktivitas tanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelung kausal di atas menunjukkan, bahwa ketersediaan pupuk (yang sampai dengan saat ini masih kaya akan bahan kimia) tidaklah menjamin pertumbuhan ekonomi petani atau meningkatkan kesejahteraan petani. Pupuk yang kaya akan bahan kimia kini justru akan mempersulit para petani karena kerusakan yang terjadi akibatnya akan meningkatkan pengeluaran mereka sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan kualitas air sungan akan membuat para petani harus mengeluarkan uang lebih untuk kesehatan serta kebutuhan sehari-hari. belum lagi ditambah dengan harga air yang memiliki kualitas; yang secara teori, apabila sumber air bersih sulit untuk didapat, maka harga air akan melambung tinggi. tentu saja, pengeluaran untuk air bersih akan sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya melihat bahwa masalah dari petani bukan hanya bagaiana menyediakan pupuk (yang saat ini masih mengandung bahan kimia tinggi), namun bagaimana bisa meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga kualitas sumber daya supaya tidak menurunkan kemampuan masyarakat untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sepertinya terlewatkan oleh pemerintah kita. Tentu saja, sebagai manusia yang telah terbiasa menggunakan sebuat produk dan terlanjur menaruh kepercayaan tinggi terjadapnya, cukup sulit untuk membuat masyarakat berpaling pada pupuk (misalnya) kandang atau yang lainnya guna meningkatkan produktivitas tanah mereka. teknologi pun mungkin diperlukan untuk menciptakan pupuk yang kandungan bahan kimianya tidak setinggi yang ada sekarang. Namun tentunya, sebuah studi juga harus dilakukan untuk dapat membuktikan seberapa besar pengaruh yang diakibatkan oleh kandungan pupuk tersebut terjadap sumber daya alam di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-4010376525022209919?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/4010376525022209919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=4010376525022209919' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/4010376525022209919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/4010376525022209919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2009/02/benarkah-ketersediaan-pupuk.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SYgIZxG_deI/AAAAAAAAAN8/aL4wIpPDr7s/s72-c/JP280109-pendek.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-207310930877257421</id><published>2009-01-08T01:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T02:02:17.621-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Metodologi 'Baru'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah lama yah, saya nggak nulis di blog saya yang satu ini? Well, sepertinya sih, di tahun ini saya akan cukup banyak menulis di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini saya sedang belajar sebuah metodologi baru untuk menganalisa masalah, yang namanya system thinking. Konon, tanpa disadari dulu (baru nyadar sekarang), saya sudah pernah diajarkan ilmu yang satu ini secara tersirat (sampe' ngulang berapa kali yah dulu tuh?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi ini cukup menarik, karena:&lt;br /&gt;1. yang dimodelkan adalah 'masalah' dan bukan sistem&lt;br /&gt;2. selalu mengandung feedback&lt;br /&gt;3. selalu dapat mengidentifikasikan unsur&lt;br /&gt;4. selalu dapat menunjukkan pola keterkaitan antara keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung saya baru belajar, jadi saya selalu berusaha untuk melatih diri saya melalui artikel koran. Hal ini bertujuan untuk membiasakan diri saya dengan metodologi yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah hasil corat-coret saya diambil dari artikel di Koran Kompas tanggal 8 Januari 2009, dengan judul Kaitan Krisis Ekonomi dan Kerentanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya artikel ini cukup menarik; selain saya bisa belajar mengenai system thinking, saya juga mendapati bagaimana kemiskinan itu didefinisikan. Ada dua tipe kemiskinan yang disampaikan, keduanya dengan menggunakan parameter yang sedikit berbeda. Yang pertama menggunakan parameter penghasilan USD 1/hari sedangkan yang lain menggunakan parameter penghasilan USD 2/hari. Di dalam artikel ini, kerentanan dihubungkan dengan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 'merenung' sejenak, saya keluar dengan penggambaran yang sangat umum mengenai kasus diatas. Hasilnya dapat dilihat dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SWXLW07wd7I/AAAAAAAAANE/hapU2Kyx0-Q/s1600-h/CLD+08.01.09.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SWXLW07wd7I/AAAAAAAAANE/hapU2Kyx0-Q/s400/CLD+08.01.09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288856930443360178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan menjelaskan sedikit mengapa kesehatan tidak dimasukkan ke  dalam loop di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memasukkan kesehatan lebih ke arah daya beli masyarakat. Harus kita akui, kesehatan itu masih 'dibeli' oleh masyarakat. Itu sebabnya, saya tidak memasukkannya ke dalam loop tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan lingkar kausal diatas pun, kita bisa melihat bahwa untuk mengatasi krisis ekonomi, kita tidak bisa hanya menyelesaikannya dilihat dari satu aspek saja; namun, sebaiknya kita juga bisa meninjaunya dari aspek lain yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, loop di atas masih sangat sederhana. Saya berharap saya masih bisa belajar lebih baik lagi dan tentu saja, saya berharap saya dapet guru yang mahir di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: saya menggunakan software Vensim PLE untuk akademis, karena saya emang pake' untuk belajar saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-207310930877257421?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/207310930877257421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=207310930877257421' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/207310930877257421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/207310930877257421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2009/01/udah-lama-yah-saya-nggak-nulis-di-blog.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BHwt_BR7q3s/SWXLW07wd7I/AAAAAAAAANE/hapU2Kyx0-Q/s72-c/CLD+08.01.09.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-4194396745906149815</id><published>2008-11-19T07:57:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T08:17:29.653-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemimpin yang Baik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, hari ini gue cukup kecewa dengan salah seorang pemimpin project gue; gue beruntung juga dia nggak berada di satu institusi sama gue, cuman kebetulan satu project aja. Gue di satu sisi kecewa, namun di sisi lain gue bersyukur, karena gue jadi belajar, bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi gue, seorang pemimpin adalah orang yang bisa tegas, sekaligus mengakomodir anggota tim-nya. Seorang pemimpin bisa bicara hal yang diplomatis namun sekaligus menjawab pertanyaan anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin gue ini harus diakui jago banget  ngomongnya. Kalo' dia marketing, entah berapa bonus yang akan dia terima. Beliau jagoan dalam menjual sesuatu yang sangat sederhana menjadi sesuatu yang sangat eksotis bin seksi. Namun, ada satu kelemahannya, dia merasa dirinya benar di setiap saat. Hanya satu dan mungkin terlihat kurang fantastis, namun, menurut gue, itu fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus gue akui, kebanyakan pekerjaan di dalam tim, jadinya adalah pekerjaannya dia; bukan berarti yang lain tidak bekerja. Masalahnya adalah segala sesuatu yang ia kerjakan, ia ngotot setengah mati bahwa itulah yang harus diperjuangkan; terlepas dari kenyataan bahwa pekerjaannya juga ada beberapa yang mungkin tidak sesuai dengan konvensi yang ada, beliau tetap memperjuangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress dengan kemauannya, yang lain pun punya back-up plan. Namun yang gue kesal, back-up plan ini bukan digunakan di tengah-tengah, tapi untuk meng-cover pada saat nanti beliau terjebak dengan 'hasil karya'nya sendiri. Untuk kali yang pertama, mau tidak mau back-up plan ini jadi harus keluar di tengah; karena untuk sebuah pertemuan, beliau menyatakan dirinya tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya gue pengen gampar dia waktu dia bilang begini, "Jangan selalu menunggu saya dong; masa tanpa saya kalian tidak bisa berbuat apa-apa?". Gue diem aja, pengen gue bales, tapi gue nggak punya hak apa-apa. Tapi justru dari situ, gue belajar, bahwa menjadi seorang pemimpin yang baik artinya adalah bisa men-transfer ilmu dengan baik kepada pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang baik bisa dilihat dari kualitas anak buahnya. Kalau anak buahnya extraordinary, berarti pemimpinnya juga yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue berharap banget, cerita yang satu ini bisa jadi pembelajaran yang baik buat kita semua. Kita semua dilahirkan untuk menjadi pemimpin; itu sebabnya, banyak-banyaklah menginspire orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kalian, pemimpin itu harusnya gimana yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-4194396745906149815?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/4194396745906149815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=4194396745906149815' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/4194396745906149815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/4194396745906149815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2008/11/pemimpin-yang-baik-jujur-hari-ini-gue.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-4292374223023286058</id><published>2008-10-15T19:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T19:59:44.742-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bekerja vs Berita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue dulu tipe orang yang nggak pernah mau tau dengan berita, terutama politik. Kayaknya gue benci banget dengan tipe-tipe kegiatan yang seperti itu. Bekerja di sebuah NGO membuat mata gue sedikit terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang banyak bilang kerjanya PNS itu cuman baca koran adalah pekerjaan yang sia-sia, bagi gue nggak. Well, dulu gue sempet berpikir seperti itu, non sense banget. Tapi sekarang gue juga jadi mikir, baca koran adalah salah satu cara untuk kita bisa meningkatkan:&lt;br /&gt;1. Pengetahuan kita&lt;br /&gt;2. Kemampuan kita untuk mencerna informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penelitian bilang bahwa dengan membaca, kita sebenarnya 'memaintain' kinerja otak kita juga. Dari situ, gue berkesimpulan, in a way, PNS yang baca koran itu cukup bisa diajak kerja lah otaknya, atau setidaknya, otaknya bisa diyakini masih bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pekerjaan gue di kantor pun baca koran. Bahkan pekerjaan gue salah satunya adalah membaca koran, yang kita sebut sebagai media monitoring. Dari koran kita bisa tau tentang pengetahuan sang jurnalis akan isu yang lembaga gue kerja'in. Kalau pengertian media salah, kita bisa kirim e-mail atau fax ke mereka, critize bahwa tulisan mereka salah, atau kebenarannya dipertanyakan. Seperti yang bokap gue selalu bilang, "If you read, you need to be critized on it."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue juga mendapatkan begitu banyak manfaat dari ngikutin berita. Bagi gue, itu adalah pengetahuan umum yang bisa gue buat sebagai bahan konsiderasi untuk pemecahan suatu masalah. Contoh, krisis finansial global; kira-kira, kalau jadi input terhadap model gelung kausal yang sedang gue buat, akan memberikan dampak apa terhadap perekonomian nasional? Eksogen atau endogen? Hal itu malah memperkaya gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue jadi bertanya-tanya, kalau begitu kenapa yah orang selalu bilang bahwa baca koran itu artinya kita lack of work? Karena menurut gue, berita itu enrich our work.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bukan berarti juga seharian baca berita itu dibenarkan yah? Well, tergantung job desc masing-masing juga. Tapi kalo' bagi gue, baca berita itu tujuannya adalah untuk enrich gue dan tidak gue lakukan karena gue kurang kerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-4292374223023286058?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/4292374223023286058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=4292374223023286058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/4292374223023286058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/4292374223023286058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2008/10/bekerja-vs-berita-gue-dulu-tipe-orang.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-9047355621580616823</id><published>2008-10-07T05:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T20:04:21.298-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Saya Kagum...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama saya hidup sampai dengan saat ini, ada beberapa orang yang membuat saya terkagum-kagum. Saya yakin, masing-masing dari kita memiliki orang-orang luar biasa yang menyentuh hati kita dan memacu kita untuk bisa berbuat lebih dari yang sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kagum pada salah seorang instruktur di gym, karena dia masih puasa walaupun harus mengajar dua kali sehari. Dia masih menjalankan ibadahnya dengan khusuk dan menanggung bebannya sebagai seorang laki-laki; waktu itu dia belum menikah, sekarang, saat ia sudah menikah, saya ikut berbahagia dengan istrinya. Pastinya, sang istri menjadi sangat bangga memiliki suami seperti dia. Dia pun dengan rendah hati mengakui 'bolong-bolong' tarawih-nya. Kalau sekarang dia umroh, saya mengacungkan jempol baginya. Dia memang orang yang beriman dan bertakwa, setidaknya di mata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kagum pada salah seorang sahabat saya yang terus stay di posisinya, walaupun dia harus menahan 'sakit' di tempat kerjanya. Usahanya untuk bersabar membuat ia sampai pada prestasinya saat ini. Mendapatkan cukup banyak kelas untuk mengajar, berada di dalam satu tim dengan orang-orang terbaik dengan idealisme yang tinggi, membuat saya tidak mau menyerah dengan keadaan saya.&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: times new roman;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Saya kagum dengan salah seorang pemimpin persekutuan di gereja saya. Saya nggak kenal dia, tapi kesaksian hidupnya luar biasa. Saat ini, ia sedang menjalani kemoterapi. Walau begitu, ia masih pergi ke gereja dan memimpin sel-nya dengan sukacita. Kalau saya di tempatnya, seringkali saya bertanya, akankah saya bisa menjadi orang yang seperti dia? Mengucap syukur senantiasa saat saya merasa ‘sakit’? I don’t know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kagum dengan Lintang, tokoh favorit saya di buku Laskar Pelangi. Seorang yang walaupun saya nggak pernah lihat, telah menginspirasi saya dengan cara yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya. Dan saya, akan terus mengingat tokoh Lintang yang saya suka kata-katanya di buku Laskar Pelangi, "Relativitas, bukan Paradoks." Anak jenius yang harus melepas sekolahnya karena tanggung jawabnya, namun tidak pernah menyerah mencari cara untuk terus belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kagum dengan keempat orang yang saya sebut di atas; yang selalu saya ingat ketika saya mengalami kesulitan dan merasa mau berhenti dan menyerah saja. Tapi empat tokoh diatas, somehow tercipta, untuk membuat saya sadar, that all things are possible and there's nothing that could eliminate us when God says, "Let there be (say your name)..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a pleasant journey of life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ime'...&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-9047355621580616823?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/9047355621580616823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=9047355621580616823' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/9047355621580616823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/9047355621580616823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2008/10/saya-kagum.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-2362730593695927039</id><published>2008-08-26T00:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T01:08:46.787-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya 'Tua' Karena Politik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang saya pikirkan saat saya meluncur menuju Enrekang dengan menggunakan kendaraan kijang yang adalah salah satu sarana angkutan umum antar kota. Yang saya tahu, saya merasa letih, saya merasa lesu, saya merasa kesal dan tidak berdaya, kalah terhadap waktu dan menyerah pada keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan diri saya yang sebenarnya. Bukan diri saya yang banyak dikenal orang. Saya menjadi seorang wanita tua yang sesak napas, bepergian ke sebuah tempat yang tidak banyak orang mau ke sana, lantaran infrastruktur yang tak jelas dan hanya membuat tulang belakang sakit saja; yet, tempat itu adalah 'cinta pertama' saya pada Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menatap keluar kendaraan, saya kembali merenung, mengingat figur seorang 'Ime' di negeri utara sana, yang konon, sempat dikagumi beberapa orang. Entah karena pola pikir yang sangat berbeda, karena kedewasaan yang melebihi dari umurnya (ya, saya mengalami penuaan dini di dalam pola pikir) ataupun karena tindakan-tindakan saya yang kadang saya tidak tahu mengapa saya lakukan itu; 'menampar' banyak orang dan menggerakkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merupakan figur yang menginspirasi orang dengan tawa saya, canda saya dan tindakan-tindakan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kemana semuanya itu pergi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah semuanya hilang karena saya 'sudah' mencapai 'mimpi' saya? Bekerja di satu lembaga non-profit yang konon merupakan salah satu perintis, satu lembaga yang terlihat dari luar sebagai lembaga yang idealis; yet menurut saya, idealisme satu lembaga akan luntur dengan sendirinya, jika kepentingan pribadi dikedepankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah saya harus berhenti di sini dan melupakan semua 'mimpi ideal' saya untuk membantu rakyat banyak? Semata-mata karena kebencian saya pada birokrasi dan rumor internal yang banyak kali men-demotivasi saya? Semata-mata karena saya sudah tidak tahu lagi siapa yang harusnya saya percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkah idealisme saya? Hilangkah mimpi saya untuk bisa meningkatkan kapasitas orang dalam berbagai macam hal, semata-mata untuk mencerdaskan mereka dan tidak membiarkan mereka 'terlantar' dalam ketidaktahuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tahu, saya menjadi tua karena politik, saat saya harus 'mengikuti' alur main  orang-orang 'politik' yang sering kali berkedokan lembaga non-profit.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;ime'...&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-2362730593695927039?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/2362730593695927039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=2362730593695927039' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/2362730593695927039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/2362730593695927039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2008/08/saya-tua-karena-politik-entah-apa-yang.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-187451743221719209</id><published>2008-05-30T04:38:00.000-07:00</published><updated>2008-05-30T04:52:21.723-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika aku terdiam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dua minggu buku itu belum selesai kubaca. Aku sudah membacanya setahun yang lalu, namun kutinggalkan; hingga aku membukanya, membacanya dari awal lagi. Kini, sudah bab ke-14; masih empat bab lagi harus kuselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judulnya: Anak Semua Bangsa, buku kedua dari Kwartet Pembebasan karya Pulau Buru; tulisan dari salah seorang maestro sastra Indonesia yang akan selalu melegenda, Pramoedya Ananta Toer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam dalam setiap kata-katanya, kalimatnya. Cerita tentang seorang anak Indonesia, yang tidak mengenal bangsanya sendiri. Padahal, karyanya sudah begitu banyak dimuat dan dikenal orang, namun lebih banyak bercerita mengenai kehidupannya, yang notabene sudah diwarnai warna Eropa dengan kepekatan tinggi. Sangking tingginya, ia tidak mampu mengenali bangsanya, bahkan sempat tak sudi untuk menulis dalam bahasanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku menoleh keluar jendela. Bis bobrok yang selalu mengeluarkan kebulan asap hitam yang kutumpangi adalah salah satu tempat dimana aku bisa menemukan begitu banyak orang Indonesia yang mencoba untuk merajut hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga BBM, yang menurutku kenaikannya adalah wajar; kita harus melepaskan diri dari subsidi bagaimana pun juga. Walau demikian, memang harus ada kompensasi yang diberikan kepada si miskin. Serba salah? Nggak juga; aku sudah muak melihat begitu banyaknya mobil mewah yang umumnya seliweran di jalan raya tanpa adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang nggak adil, sih... i know...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja di tempat yang sekarang membuatku bisa sedikit melihat kenyataan yang awalnya tertutup. Bisa setidaknya menambah hasta kehidupanku, karena aku melihat bahwa ada bagitu banyak orang yang tidak seberuntung aku, namun mereka tetap bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu yakin akan kebangsaanmu, kalau kamu tidak pernah melihat seperti apa bangsamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menjadi orang yang bisa berguna bagi bangsa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-187451743221719209?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/187451743221719209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=187451743221719209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/187451743221719209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/187451743221719209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2008/05/ketika-aku-terdiam.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-6724043943619125493</id><published>2008-04-04T05:00:00.000-07:00</published><updated>2008-04-04T05:16:08.449-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salatiga (3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sambungan dari &lt;a href="http://henriette_imelda.blogs.friendster.com/for_you_the_most_gracious/2008/04/salatiga_2.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini adalah tulisan blogrally. Untuk bisa ngerti cerita ini, ikutin aja alurnya :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Satu guru rada nyolot dan kemudian bertanya ke gue (well, dia salah satu dari yang cekikikan di belakang), “Maaf, saya nggak setuju dengan pernyataan anda, kalau anda merasa berat untuk nge-push pemerintah dalam memberlakukan kebijakan pemanfaatan limbah rumah tangga. Apakah organisasi anda sudah mencobanya atau belum?” gue jawab, “Maaf, Pak, sekali lagi saya bilang. Kita, NGO, bukanlah satu badan yang semua-muanya bisa kita push. Kami punya kompetensi kami masing-masing, dan kami tidak mau meng-claim bahwa kami berkompeten di bidang yang pengetahuannya pun kami hanya di permukaan. Lebih baik bagi kami untuk bekerja sama dengan NGO yang memang bergerak di bidang itu untuk nge-push pemerintah bersama-sama. Sama seperti bapak, yang juga bekerja sama dengan lembaga lain untuk masalah lingkungan hidup, demikian juga kami, Pak. Kami juga bekerja sama,” gue tau, gue rada emosi waktu jawab itu. Gue cuman nggak terima aja dengan hal-hal yang dituduhkan ke kita, organisasi gue, yang memang NGO.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kadang-kadang gue kesel sendiri membawa panji ‘NGO’ atau ‘LSM’, karena sepertinya orang-orang berpikir, bahwa LSM adalah orang-orang yang kerjanya protes melulu. Well, itu bukan kerjaan LSM gue. Kita setengah mati nyari-nyari informasi, belajar bener-bener, supaya waktu orang (dan tentu saja pemerintah) nanya tentang informasi di bidang kita, kita bisa jawab dengan benar, dalam dan tepat. Gue sampe’ kesel setengah mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salah satu temen gue, waktu gue ke Manila kemaren, bilang gini sama gue, “Kebanyakan orang berpikir bahwa NGO atau LSM itu harus terus menerus menentang pemerintah. Seharusnya, NGO itu, untuk bisa mempengaruhi pemerintah, mereka juga bisa masuk ke pemerintah. Gimana kita pengaruhin pemerintah kalo’ kita jelas-jelas nunjuk’in sikap menentang?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari obrolan gue sama temen gue itu, gue jadi merasa bahwa gue standing at the right position. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah gue presentasi, ternyata intimidasi kalo’ gue membosankan itu hilang. Banyak banget guru-gur u yang ngedateng’in gue, dan dari komentar-komentar mereka, menurut gue, mereka adalah guru-guru yang inisiatifnya tinggi banget. Beberapa dari mereka merencanakan untuk ngebuat acara lingkungan hidup gitu buat ngajarin anak-anak muridnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi, di antara semua guru itu, ada satu (pasang?) guru yang pengalamannya unik bnaget. Jadi mereka adalah guru SD-nya Satya Wacana, bilangnya sekolah lab. Ngajar apa? Mereka jawabnya, thematic. Thematic? Iya, tergantung mereka, mereka lagi ngajarin apa. Kadang-kadang tentang hemat energi, lingkungan, dan lain-lainnya. Mereka bilang, gue harus nyoba untuk ngajar anak-anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecil. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gue emang pernah punya cita-cita untuk jadi dosen, tapi, kalo’ di Indonesia, bukan full timer; gue lebih suka jadi dosen tamu, yang share banyak pengalaman sama mahasiswa, ketimbang jadi full timer. Alasannya sederhana, kalo’ gue jadi dosen full timer, gue akan tergiur untuk ngerjain proyek, ketimbang untuk ngajarin anak-anak. Gue belajar dari dosen-dosen gue waktu kuliah S1 dulu, banyak di antara mereka yang kerja untuk ngejar proyek, ketimbang untuk ngasih kuliah; which is, gue nggak terlalu setuju. Eniwei, salah seorang dari kedua guru SD itu tiba-tiba ngeliat’in gue, terus bilang, “Try... you should try...” gue diem aja. Banyak juga yang bilang, gue mestinya ngajar di sekolah minggu, cuman, gue selalu merasa nggak bisa. Gue? Masa punya kesabaran ngajarin anak kecil?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Gue cuman ngangguk-ngangguk aja. Nggak tau deh, ngangguk itu pertanda apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung ke &lt;a href="http://henrietteimelda.multiply.com/journal/item/46/Salatiga_4_"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-6724043943619125493?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/6724043943619125493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=6724043943619125493' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/6724043943619125493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/6724043943619125493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2008/04/salatiga-3-sambungan-dari-sini-ini.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-8428802395445044001</id><published>2008-03-25T19:19:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T19:49:11.105-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Update???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ide ini tiba-tiba terlintas di pikiran gue, menulis intisari aja, instead of nulis panjang-panjang *gue yakin, jadinya panjang juga sih*. Terus, gue juga berpikir, kenapa gue nggak 'mencerna' segala sesuatu yang gue baca yah? Hasilnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Look at these:&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Koran Tempo, Senin 24 Maret 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu berita yang sangat menarik perhatian gue adalah:  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Presiden mau ngangkat wakil Menlu, lantaran Menlu terlalu sibuk menghadiri meeting di luar negeri sehingga jarang bisa berkomunikasi. Wakil Menlu bukan di level Dirjen, tapi setara dengan mentri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Komen gue:&lt;br /&gt;1. Bukannya kalo' ngangkat pejabat baru, you have to deal with communication issue anyway? Apa dengan adanya wakil menlu, itu bisa menjamin isu komunikasi bakalan teratasi?&lt;br /&gt;2. Menlu sibuk meeting di luar negeri? Bukannya emang itu tugas dia yah? Kalo' nggak sibuk meeting di luar negeri, terus? Ngapa'in dong? Shopping?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Jakarta Post, March 25th 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good news!!!!!&lt;br /&gt;UN akhirnya issue 17.635 CER buat Indocement untuk project Alternative Fuel. CER ini bisa diperdagangkan. Ini artinya adalah Indocement berhasil mendapatkan CER yang pertama bagi Indonesia (dan yang ke 17.635 heheheh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UN bilang, CER juga akan diterbit'in untuk 2 project Indonesia yang lain, yaitu: untuk PT Indotirta Suaka Bulan Farm (23.474 CER) berlokasi di Batam untuk project methane capture and combustion from swine manure; emisi tereduksi diperkirakan mencapai 166.000 ton CO2-eq per year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UN juga akan menerbitkan CER untuk project Indocement lainnya, sebesar 63.332 CER.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar selanjutnya yang seharusnya kita tunggu adalah:&lt;br /&gt;1. Siapakah yang akan membeli CER-CER ini?&lt;br /&gt;2. Berapakah harganya?&lt;br /&gt;3. Akan digunakan untuk apakah uang yang didapat dari penjualannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih detail mengenai CER, please check http://unfccc.int atau ke www.pelangi.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segitu aja update dari gue hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ime'...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: tuh kan, panjang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-8428802395445044001?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/8428802395445044001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=8428802395445044001' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/8428802395445044001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/8428802395445044001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2008/03/update-ide-ini-tiba-tiba-terlintas-di.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-3160090269184228391</id><published>2008-02-15T07:41:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T07:50:04.324-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Rumah sakit: Do you really care to cure?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gue udah beberapa kali ke rumah sakit, tapi gue blon pernah yang nemuin satu rumah sakit yang lo bisa periksa sebelum bayar; bahkan di gawat darurat. Well, di rumah sakit langganan gue pun begitu. Nggak semua poli sih, tapi beberapa poli, elo harus bayar dulu, baru bisa periksa. Untuk rawat inap, lo harus ninggalin deposit, walaupun rumah sakit gue ini nggak terlalu ketat juga depositnya. Deposit yang ditinggalin nggak harus plek jumlah yang ideal, tapi ya yang seadanya aja dulu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa pengalaman yang cukup menarik sih sewaktu gue di rumah sakit. Beberapa dokter memutuskan untuk nggak narik uang dari gue sebagai biaya konsul. Padahal, mereka ngasih gue input yang sangat berarti buat gue dan ngebuat gue jadi belajar sedikit tentang tubuh gue. Gue nggak tau sebabnya kenapa; apa karena solidaritas antar dokter (bokap gue dokter dan konon kabarnya, waktu mereka lulus, mereka punya janji bahwa mereka akan menganggap satu dokter dengan yang lain sebagai satu keluarga dengan kompensasi nggak narik biaya konsul) atau karena mereka juga menyadari bahwa biaya konsul itu mahal banget dan mereka cukup idealis?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi ada juga, yang cuman tensi doang bisa ngorek kocek elo sampe' ratusan ribu rupiah. Tau gitu, gue diem aja di rumah minta ditensi orang rumah. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Well, topik ini tiba-tiba aja terlintas sama gue, lantaran gue udah beberapa kali denger berita tentang betapa banyaknya rumah sakit yang ngebiarin orang begitu aja di gawat darurat karena kecelakaan atau apa, cuman karena dia belum bayar, jadi nggak ada jaminan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gue nggak terlalu tau dengan rumah sakit yang sering gue kunjungi ini kalo' gue berobat. Tapi, gue sungguh berharap bahwa rumah sakit ini, bener-bener jadi rumah sakit yang bisa gue banggain juga. Bukan cuman karena gue cocok dengan beberapa dokternya, tapi juga karena aspek sosialnya masih tinggi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gue sempet sih ke ruang administrasinya beberapa waktu lalu pas ngurus asuransi dan gue sempet liat folder Gakin (asuransi untuk keluarga miskin). Gue juga nggak terlalu tau gimana efisiensinya dan gimana cara kerjanya. Gue berharap sih, itu bukan cuman sekedar folder yang tulisannya terlihat.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi, gimana dengan pengalaman gue sama dokter-dokter yang tadi? &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang minta bayaran dan ada yang nggak. Padahal, kontribusi dokter yang nggak minta bayaran itu jauh lebih berarti daripada yang minta bayaran.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kalo' kasusnya kayak yang gue alamin, gimana coba yah sama orang-orang yang emang bener-bener nggak mampu??? Udah kontribusinya minim, tapi bayarannya mahal. Apakah kualitas dokter yang sekarang itu emang bener begitu? Kalo’ emang kayak gitu, gue ngurut dada deh...&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ime'…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-3160090269184228391?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/3160090269184228391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=3160090269184228391' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/3160090269184228391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/3160090269184228391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2008/02/rumah-sakit-do-you-really-care-to-cure.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-1001347654253894188</id><published>2008-01-29T04:22:00.001-08:00</published><updated>2008-01-29T04:37:55.201-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebuah pemikiran gue di tengah kekesalan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pada dasarnya, dari kecil, gue paling nggak suka baca koran; dan bokap gue nggak pernah insist gue untuk baca koran. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Beda hal-nya dengan berita-berita di internet atau yang disiarin di TV. Kenapa? Mmm... mungkin karena koran itu (biasanya) terlalu bertele-tele dan kolom yang segambreng-gambreng udah ngebuat gue ilfil duluan. Tapi sebenarnya, kalo' gue udah mulai baca dan gue emang seneng dengan beritanya (memancing rasa ingin tau gue), gue bisa baca koran itu dari halaman pertama sampe' akhir, nggak berenti-berenti. Itu gue...&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Makanya, gue nggak pernah tau (dan interested) sama perkembangan Indonesia sampai dengan saat ini. Gue suka pelajaran Sejarah Indonesia. I was a big fan of it. Gue bahkan pernah punya cita-cita untuk jadi arkeolog atau sejarahwati dengan fokus ke kerajaan-kerajaan Indonesia. Apalagi dulu, gue bacaannya Senopati Pamungkas, karyanya Arswendo yang cerita soal Singosari-Majapahit. &lt;/span&gt;I was first grade in Junior High School and Senopati Pamungkas was my first (serious) novel. Tapi begitu gue menyentuh Sejarah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; di tahun 1928 (Sumpah Pemuda), I said bye to History Class. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertempurannya beda.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Eniwei, pekerjaan gue yang sekarang pelan-pelan ngebuat gue jadi pengen baca koran. &lt;/span&gt;Well, it was part of my job from my previous boss. Dari situ, gue jadi mulai seneng (dikit) untuk baca koran. Ditambah pelajaran dari bokap gue (yang sehari-harinya baca koran plus nonton TV), gue jadi mulai belajar sesuatu tentang bangsa ini. Siapa dan dimana ngerjakan apa, siapa goblok, mana lebih goblok; siapa pinter mana lebih pinter, hingga gue sampai pada satu kesimpulan bahwa to be a President, it's not an easy job. Sayangnya, nggak banyak orang realize tentang hal itu. yang kebanyakan dilihat oleh para kandidat-kandidat pemimpin adalah opportunitynya (we’re talking about authority) dan berbagai macam fasilitas dan kemudahan yang diperoleh sebagai seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Dari sekian banyak pemimpin &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, gue nggak banyak menemukan orang-orang yang bisa dan berani membuat satu perubahan; walaupun mereka juga melakukan banyak kesalahan, but despite of all their guilts, they have made changes. Salah satunya adalah Pak Harto.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gue tau Pak Harto sebagai seorang Presiden, tapi gue nggak tau reputasinya sebagai seorang Presiden. Hal yang paling gue inget dari jamannya Pak Harto adalah ketika harga dollar bisa mencapai Rp. 2500 dimana dengan harga segitu, bokap gue willing to buy me a pair of Nike shoes whet he was at Singapore, and told me, “It’s much much cheaper than buying it up here.” Itu adalah masa-masa yang gue inget.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Walaupun gue cukup benci sama mata pelajaran PMP yang dari kelas 1 SD ampe' 3 SMA ada melulu udah gitu yang gue apal cuman ragam agama di Indonesia. Kalo' nggak salah, setiap buku PMP selalu dimulai dengan itu, kehidupan bebas beragama serta kerukunan antar umat beragama. Mata pelajaran yang gue benci lagi adalah PSPB. Sejak kapan pendapat pribadi 'Ragu-Ragu' jadi disalah'in??? Padahal, itu pendapat pribadi loohhh!!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Berlanjut dengan penataran P4, mata kuliah Pancasila plus Kewiraan, yang menurut gue sama sekali nggak ada artinya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi, gue juga inget, acara TV yang namanya Klompencapir, program pembangunan yang namanya Pelita (ada Repelitanya pula, Rencana Pembangunan Lima Tahun), segala istilah dengan kata swa- (swasembada, swadaya, apalagi satunya??? Swakarsa??? Swastika??? Ini mah Hitler yah?). Konon kabarnya, Pak Harto inget dengan jelas produksi kedelai yang dihasilkan dalam satu tahun tanpa buka contekan. Konon kabarnya juga, jaman Pak harto, produksi kedelai cukup tinggi, sehingga kita memang benar-benar mencapai apa yang dibilang sebagai ketahanan pangan; yang setelah lengsernya beliau, nggak ada lagi tuh yang namanya ketahanan pangan. Segala sesuatu yang bisa diimpor, diimpor sama pemerintah. Gelow...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berita yang gue denger dimasa-masa sekarang adalah hujatan terhadap Pak Harto. I don’t really mind about that; gue setuju juga, karena tiba-tiba, gue juga jadi merasakan betapa anak-anaknya Pak Harto jadi 'Tuan dan Nyonya Besar' di negara ini sehingga mereka bisa berbuat seenak udelnya dengan mengandalkan ayahnya. Tapi, yang gue sangat nggak suka adalah betapa orang-orang menghujatnya tanpa pernah peduli bahwa di jamannya, nggak ada yang namanya ngantri minyak tanah; ngantri beras; kacang kedelai habis hingga nggak bisa beli tempe dan perkara kecil lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Otoriter? Yes, memang. Tapi, gue jadi menyadari, ada kalanya otoriter itu diperlukan; yaitu pada saat orang-orang yang dipimpin emang keras kepala dan rada dodol. Salah Pak Harto memang, otoriter itu diberlakukan dengan tidak semestinya, tidak pada porsinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gue mungkin penganut aliran mixing-principle. Demokrasi tidak 100% baik; Otoriter tidak 100% jahat. Ada saat-saat dimana kita harus demokratif dan ada masa-masa kita harus menjadi otoriter. Susah? Iya!!! Siapa bilang jadi pemimpin itu nggak susah???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pandangan gue terhadap pemimpin-pemimpin (dan calon-calon yang sekarang) adalah lebih berpandangan asal masyarakat senang; dan senangnya itu yang sesaat, nggak sustain. Well, i prefer untuk menjadikan masyarakat sustain.  Lagipula, membeli hati masyarakat Indonesia sepertinya cukup mudah, tinggal kasih kaos, undang artis-artis ibukota dan gelar  aja 'konser'. Gampang kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Do you really believe slogan-slogan para calon pemimpin tentang "Kesehatan dan Pendidikan gratis"??? Well, very stupid dong. Tau apa mereka tentang itu semua? Itu ibaratnya berusaha memangkas buah yang busuk, tapi nggak pernah tau, sebenarnya, itu pohon apa sih? Pohon yang emang menghasilkan buah busuk atau pohon yang emang menghasilkan buah bagus?&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Semua calon selalu berusaha untuk 'menangani' buahnya, nggak pernah berusaha untuk 'menangani' akarnya. Bukankah itu adalah suatu hal yang paling bodoh dan sok tau yang pernah dilakukan oleh seorang manusia?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Well anyway, gue nggak bermaksud untuk membela seorang Soeharto. Tapi, gue harus akui, Soeharto udah bawa kita sempat mencapai apa yang dibilang sebagai ketahanan pangan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mungkin dia diktator, tapi, ngeliat orang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang seperti ini (apalagi mentalnya), mungkin emang kita masih harus punya seorang diktator, to some extent tentunya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selamat jalan, Pak Harto. Too bad, you had a bad day *on 21 May 1998*. If you could just let go that presidency 'throne' earlier than 1998, probably you’d died as a padhito.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b style=""&gt;Ime'...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-1001347654253894188?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/1001347654253894188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=1001347654253894188' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/1001347654253894188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/1001347654253894188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2008/01/sebuah-pemikiran-gue-di-tengah.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-5060380995077928469</id><published>2007-11-13T04:01:00.000-08:00</published><updated>2007-11-13T04:12:20.456-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Busway... or... Everybodys way???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini gue suka marah-marah kalo' baca koran, terutama yang ada kaitannya dengan busway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Karena kebijakan 'bodoh bin stupid' yang sedang diuji-coba (selama 30 hari???? c'mooonnnn!!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang ada di kepala pihak berwenang ketika memutuskan untuk membuka jalan busway untuk bisa dilewati oleh kendaraan bermotor lainnya. Untuk koridor-koridor dimana busway belum berjalan, gue masih bisa ngerti. It's OK. Buka deh tuh jalan. Tapi, masa harus buka koridor dimana busway udah berjalan? Agak nggak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo' kayak gitu caranya, ngapa'in setengah mati buat busway dulu????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya malah ngembali'in skenario ke asal (read: busway merupakan salah satu cara untuk menanggulangi kemacetan, dengan cara membuat jalan khusus sehingga travel kemana pun jadi lebih cepat), malah ngembali'in masalah ke tempatnya semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini... perlu ada evaluasi pemimpin Jakarta sebelum masa jabatan mencapai 100 hari kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue rasa, ide implementasi busway ini belum mendarah-daging deh di sektor DKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada busway aja nggak bisa ngebuat pengguna kendaraan pribadi pindah jadi menggunakan busway, gimana kalo' jalan busway sekarang dibuka untuk umum yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-5060380995077928469?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/5060380995077928469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=5060380995077928469' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/5060380995077928469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/5060380995077928469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2007/11/busway.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-747200967687156632</id><published>2007-07-31T19:10:00.000-07:00</published><updated>2007-07-31T19:18:18.115-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tsunami itu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ada angin dari mana, pikiran gue selalu kembali pada kejadian dua setengah tahun lalu. Waktu itu gue baru sampe' di bandara internasional brussel dari madrid, dalam rangka dua minggu end of year backpacking holiday gue. Waktu itu gue terima SMS itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dear Ime', i'm very sorry on what's happening in Indonesia..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue kaget. Setelah beberapa SMS reply, gue baru tau, kalo' Aceh dilanda gelombang Tsunami maha dahsyat. Gue terdiam. Bingung, nggak tau mau berbuat apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua setengah tahun setelah itu, gue berkunjung ke Aceh. Tidak ada nuansa kengerian, yang ada adalah nuansa sebuah kota yang sedang berkembang. Walaupun di beberapa jalan, sempat gue lihat papan yang berdiri bertuliskan, "Kuburan massal korban Tsunami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun bertemu dengan beberapa orang yang menjadi korban Tsunami itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Ika, seorang perempuan yang harus kehilangan suaminya, yang adalah tentara yang sedang bertugas di daerah pesisir pantai Aceh, lantaran Tsunami. Ketika gelombang itu tiba, ia sedang bersama dengan kerabatnya.&lt;br /&gt;"Saya sedang hamil 9 bulan waktu itu" katanya lagi, menatapi anak semata wayangnya yang tengah bermain bersama dua anak lain yang lebih besar darinya. "Saya lagi di rumah keluarga waktu Tsunami datang; ibu saya, hilang di tangan..." rasanya air mata gue udah mau keluar sewaktu dia bercerita itu. entah apa yang dirasakannya waktu dia cerita tentang tragedi itu. Tapi, kok dia jadi terlihat sangat tegar? Mungkinkah sudah berulang kali ia menceritakan hal yang sama? Nada pedih masih gue rasakan keluar dari dirinya, tapi, dia terus bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ika dibawa ke rumah sakit waktu itu. "Dapet kamar sih, kak, tapi, dokternya nggak bisa ngunjung'in. Pasiennya terlalu banyak dimana-mana. Di setiap lorong. Kalau turun dari tempat tidur pun, itu sudah pasien." Ika harus mengalami beberapa hari tanpa jamahan dokter. Padahal, kakinya luka parah. Konon kabarnya, beberapa daging harus diambil setelah dokter tiba. Sudah busuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, untuk bisa melahirkan pun, Ika harus berjuang. Konon, bayi yang dikandungnya lahir cukup lama setelah 9 bulan. Berbagai cara dilakukan, sampai akhirnya ia harus di-cesar. "Kalo' saya ketemu jodoh lagi, dan harus melahirkan, saya nggak mau di-cesar" katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ika kembali menatap anaknya yang baru berusia sekitar 2 tahun itu lagi, "Dia mirip kali sama bapaknya, kak," katanya lagi dengan tatapan cinta kepada anaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Ika, lain Opik. Baru dua hari ia pindah ke rumahnya sendiri (sebelumnya ngontrak), ia harus mengalami Tsunami. "Saya kerja sebagai marketing obat. Obat-obat itu udah saya stok segudang penuh, tiba-tiba... Tsunami," katanya lagi. Dengan nada yang tegar ia bercerita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayang nggak sih, senangnya punya rumah sendiri. Kebayang nggak perasaannya ketika dia menempati rumah itu? Excited pastinya. Beres-beres. Tapi ternyata, Tsunami melanda, dan rumah itu pun menjadi salah satu korbannya. Gimana coba rasanya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opik bilang, bahwa waktu itu doanya hanya satu, "Ya Allah, saya hanya ingin satu hal, saya tidak ingin gila..."&lt;br /&gt;Tuhan memang luar biasa, doanya terjawab. Begitu banyak orang yang membantunya, dan memberikan ia pekerjaan. Membantu korban tsunami merupakan salah satu pekerjaan yang bisa membuat dirinya tetap bersyukur. "Walaupun saya kena Tsunami, tapi, begitu saya turun ke lapangan, saya lihat bahwa ada begitu banyak orang yang mengalami hal yang lebih parah daripada saya sendiri..." Beberapa hari kemudian, seorang rekannya pun (pengusaha obat-obatan), menghubunginya dan memberikan ia 'modal' obat untuk diperdagangkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang yang gue temui disitu kehilangan sanak keluarga. Ada yang kehilangan anaknya yang tinggal diwisuda saja untuk meraih gelar sarjana arsiteknya. Namun, sang anak harus pergi untuk selamanya, lantaran hanyut karena Tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang gue pelajari, orang-orang yang menerima bantuan tersebut sangat sangat bersyukur. Ada satu statement  mengharukan dari seorang kepala sekolah SMU, "Waktu Tsunami melanda, boro-boro kami memikirkan listrik, kami bisa hidup pun, itu sudah lebih dari cukup. Dan waktu itu, tidak terbayang bahwa akan ada harapan lagi dalam hidup kami..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa yang ditempati oleh kepala sekolah itu diterjang Tsunami, habis. Sekarang ia telah memiliki rumah baru, lengkap dari listrik tenaga air terjun yang dibayar relatif murah ketimbang PLN. Hidupnya dirasakan jadi lebih berharga dan ada harapan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya... hidup itu sangat berharga. Kenapa kita tidak mencoba untuk menjalaninya dengan berbahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Cerita ini diambil dari beberapa statement orang-orang yang bercerita kepada si penulis, ketika penulis mengadakan kunjungan lapangan ke Aceh. Nama adalah fiktif, jika ada kesamaan dengan yang lain, itu hanyalah sebuah kebetulan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Related stories&lt;/u&gt;: &lt;a href="http://the-world-of-ime.blogspot.com" target="_blank"&gt;Ime's world&lt;/a&gt;; &lt;a href="http://henrietteimelda.multiply.com" target="_blank"&gt;Ime's multiply&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ime'...&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-747200967687156632?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/747200967687156632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=747200967687156632' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/747200967687156632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/747200967687156632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2007/07/tsunami-itu.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-2019366374515925980</id><published>2007-06-24T19:46:00.000-07:00</published><updated>2007-06-24T19:47:07.205-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Energy, how to store it?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghabiskan waktu banyak di fitness sebenarnya merupakan salah satu tempat dimana gue harus mengurut dada dan merasa sedih. Di tengah-tengah krisis energi Indonesia (terutama dengan ketersediaan bahan bakar di beberapa pembangkit yang berkurang), berada di tempat fitness menimbulkan suatu ide yang gue nggak tau gimana cara merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah satu orang di fitness menggunakan treatmill selama setengah jam running dengan kecepatan 6.1 km/jam; kalori yang terbakar untuk berat badan 62 kg adalah sekitar 100 kalori. Coba kalo' ada 10 orang, udah 1000 kalori. Belum lagi di kelas-kelas cycling, dimana satu orang paling tidak bisa membakar kalori dari 400-600 kalori. Satu kelas ada sekitar 24-25 orang. Hasilnya? Sekitar 15000 kalori sudah dihasilkan dalam 1 jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitness adalah tempat dimana energi banyak dihasilkan, namun terbuang begitu saja. Malahan harusnya, tempat-tempat fitness bisa mengenerate energi mereka sendiri untuk penerangan. Pikiran itu terus mengalir di otak gue setiap gue ke fitness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu gue share dengan salah seorang temen di kantor, yang memang bergerak di bidang energi, dia tiba-tiba berkomentar, "Salah satu masalah utama dari energi adalah how to store it..." Mulai dari situ, gue mikir. Iya yaahhh... gimana caranya kita bisa store energi??? Ada begitu banyak energi yang sebenarnya bisa kita peroleh dan kita gunakan sendiri. Jadinya, untuk sebuah fasilitas fitness, gue rasa dari kalori-kalori yang terbakar disitu, mereka bisa menyediakan energinya sendiri. Mereka nggak perlu bayar listrik (yang gue yakin mahal), malahan, mereka bisa dapet uang dari membernya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, gimana caranya men-store energi itu yah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmm... atau mungkin, analisis gue salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada komen???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ime'...&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-2019366374515925980?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/2019366374515925980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=2019366374515925980' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/2019366374515925980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/2019366374515925980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2007/06/energy-how-to-store-it-menghabiskan.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-2442271911548792248</id><published>2007-06-24T19:43:00.002-07:00</published><updated>2007-06-24T19:45:55.202-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kehidupan Normal (?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumur hidup gue, gue nggak pernah berpikir bahwa gue bakalan punya temen-temen yang suka dengan teman yang sejenis; seriously, belum pernah. Sempat terpikir, gimana sih mereka nih? What's on their mind? Tapi, sempet juga gue nggak percaya kalo' ada sekumpulan orang yang bener-bener punya pemikiran demikian. &lt;i&gt;Yet, i was wrong&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan terakhir ini, gue jadi punya temen-temen yang mengenal kehidupan seperti itu. Beberapa sih bencong (&lt;i&gt;sorry, if i use this word, sounds harsh&lt;/i&gt;). Yah, mereka bencong yang rata-rata, suka cowok yang macho. Dalam artian, kalo' di gay, mereka itu ceweknya. Mereka seperti manusia biasa, cuman ya gitu, yang membuat mereka nggak biasa adalah mereka suka sama yang sesama jenis. Tapi sebenarnya, mereka baik, mereka juga manusia yang butuh kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sempet mendengar pengalaman seseorang yang pernah dibilang gay, karena memang lingkungannya membuat dia berpikir seperti itu. Dia sempet mau operasi ganti kelamin. Konon di Amrik, katanya kalo' seseorang mau ganti kelamin, orang tersebut harus menjalani kehidupan sebagai orang dengan kelamin yang dimaksud selama paling tidak 2 tahun. He went through it for almost two years. Begitu mendekati waktunya, dia tiba-tiba menyadari bahwa itu adalah suatu kesalahan besar. &lt;i&gt;Then, he changed his mind&lt;/i&gt;, dan akhirnya dia kembali menjalani kehidupan sebagai seorang cowok normal. Dia akhirnya menikah dan punya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tersebut sempat membagikan pengalamannya tentang kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gay, how do you know that you're gay? To be gay is a social, political and ideological point of view&lt;/i&gt;, alias sebuah label. Gay biasanya memiliki ketertarikan kepada sesama jenis, perlu afirmasi dan umumnya orang-orang tersebut selalu ingin berada di lingkungan yang seperti ini. Walaupun tentu saja, tidak selamanya seperti ini. &lt;i&gt;To be gay&lt;/i&gt; bagi seseorang prosesnya beda-beda. Ada yang ngalam'in dalam 1 malam, tapi ada juga yang gradually.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana kalau misalnya kamu ketemu sama orang yang gay dan ingin menolong? &lt;i&gt;Well, to be honest&lt;/i&gt;, jangan sok pahlawan. &lt;i&gt;You'll never know what you're into&lt;/i&gt;. Salah satu temen gue bilang, kalo' seorang cowok udah ditempel sama cowok yang gay, bisa gampang terjerumus; karena apa? Karena ada begitu banyak hal yang bisa ditawarkan oleh cowok tersebut ketimbang oleh cewek. Makanya, &lt;i&gt;beware&lt;/i&gt; deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, kita mau menolong mereka. Bagus sih niatnya. &lt;i&gt;That's good&lt;/i&gt;. Tapi, kudu hati-hati, kita manusia. Bukan berarti kita jadi nggak bisa terjerumus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pribadi, pengetahuan gue akan kehidupan gay ini agak-agak sedikit. Tapi, gue jadi lebih aware, bahwa gue adalah manusia biasa, yang punya kelemahan. Walaupun gue punya teman-teman yang agak menyimpang, &lt;i&gt;it doesn't mean&lt;/i&gt; that mereka harus dijauhi. Mereka baik kok. Hanya, jaga diri juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, semua orang butuh kasih sayang. Asalkan kita bisa memberikan kasih sayang pada porsi yang tepat dan tentu saja, yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;What do you think about their lives&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ime'...&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-2442271911548792248?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/2442271911548792248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=2442271911548792248' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/2442271911548792248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/2442271911548792248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2007/06/kehidupan-normal-seumur-hidup-gue-gue.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-5418232649886100374</id><published>2007-01-07T17:16:00.001-08:00</published><updated>2007-01-07T17:37:49.822-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manusia Indonesia, Ada Apa dengan Pikiranmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Judul ini sengaja gue pilih, berkaitan dengan yang namanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;issue&lt;/span&gt; kecelakaan di bidang transportasi yang terjadi di akhir tahun lalu. Kecelakaan kapal laut, Senopati, di perairan timur Madura terjadi pada tanggal 30 Desember yang lalu; sedangkan kecelakaan pesawat (entah benar kecelakaan, atau hilang secara misterius layaknya kapal-kapal hilang di Bermuda) Adam Air di daerah Sulawesi Selatan, terjadi pada tanggal 1 Januari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu juga, ada 'diskusi' (gue sih bilangnya perdebatan) tentang masalah ini di salah satu stasiun TV Swasta di Indonesia; dimana Menteri Perhubungan, Hatta Rajasa, di'mintakan' pertanggungjawabannya atas kedua kejadian ini. Dikatakan bahwa regulasi yang ada di Indonesia di area transportasi kurang tegas dalam menindak pelakunya. Hey hey... kok gue jadi kurang setuju? Menurut gue, kecelakaan itu lebih banyak dipengaruhi oleh operator jasa dan penggunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan, beberapa airlines dan pelayaran yang 'ngotot' untuk 'narik' pada saat cuaca buruk. Kok ya dodol banget? Atau, para penumpang yang demo, lantaran Departemen Perhubungan menerapkan larangan berlayar karena cuaca buruk. Jadi sebenarnya, yang tidak peduli dengan masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;safety&lt;/span&gt; itu siapa yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak berpihak kepada Departemen Perhubungan seutuhnya juga. Sudah seyogyanya, akan ada evaluasi-evaluasi, feedback-feedback yang harus dilakukan secara berkesinambungan, untuk bisa menghasilkan pelayanan jasa yang (mendekati) sempurna. Tapi sekarang, coba lihat juga dari sisi yang lain, operator jasa dan penggunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue paling sebel sama orang Indonesia, kalau lagi di pesawat terbang. Tahukah anda, banyak banget orang Indonesia yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NGGAK SABAR UNTUK MENYALAKAN HANDPHONE&lt;/span&gt;-nya, saat pesawat baru saja menyentuh tanah? Tahukah anda, bahwa itu bisa berakibat fatal? Gue selalu kesal saat baru landing, tiba-tiba gue denger bunyi SMS masuk dari kursi bagian yang lain, atau bahkan dari sebelah gue. Kesannya, seperti baru punya handphone aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi kejadian, kebanyakan penumpang pesawat terbang nggak pernah memperhatikan saat kru pesawat sedang memperagakan tentang safety. OK, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you fly million times&lt;/span&gt;, tapi bukan berarti anda tahu persis apa yang harus dilakukan saat kecelakaan, kan? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;When you think that you are smart, it actually means you're so damn stupid&lt;/span&gt;!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diskusi yang gue lihat di TV, gue juga baru tahu, kalo' ternyata, di pelayaran itu, nggak pernah sama sekali diberi tahu tentang prosedur safety. Sekoci ada dimana, gimana nurun'innya, pelampung ada dimana, gimana make'-nya, nggak ada sama sekali. Nol besar!! And what do you expect, kalo' ada apa-apa dengan kapal tersebut? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Your life insurance is not (not even close) equal to your life&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lalu? Masih menyalahkan pemerintah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pemerintah harus rajin-rajin turun ke lapangan; gue setuju itu. Tapi, harus juga diperhati'in, bahwa manusia sekarang itu liciknya setengah mati. Giliran ada audit, mereka baik-baik, everything is fine; giliran harus 'turun', semua prosedur pun hilang, diganti jadi uang. Bukankah pernah ada kejadian, bahwa kapal dengan kapasitas 100 orang, digunakan untuk mengangkut 500 orang? Ada apa dengan pikiranmu, wahai operator?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sekarang gimana? Apa kita harus terus tuding pemerintah, padahal DODOL terDODOL itu adalah si operator??? Malah kadang-kadang si pengguna jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plis deh... get real...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue dan bokap gue berpendapat, bahwa kebanyakan manusia Indonesia tidak (atau belum? mudah-mudahan sih belum, yah) memiliki kapasitas untuk mengerti tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;safety&lt;/span&gt;. Kalo' kata gue, otaknya nggak (atau belum yah? mudah-mudahan sih belum) nyampe' untuk nerima yang begituan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it true? Atau gue hanya sekedar melampiaskan emosi gue saja dengan berkata itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PS&lt;/span&gt;: terus berdoa dan berharap Adam Air bisa ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-5418232649886100374?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/5418232649886100374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=5418232649886100374' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/5418232649886100374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/5418232649886100374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2007/01/manusia-indonesia-ada-apa-dengan_07.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-9104323957563863913</id><published>2006-12-17T20:41:00.000-08:00</published><updated>2006-12-17T21:02:33.905-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Berkunjung ke tempat lain bukan hanya bisa membantu kita untuk bisa meringankan beban dan juga kepenatan, tapi juga melihat sisi lain kehidupan. Kesempatan untuk bisa melihat sisi lain kehidupan selalu menjadi momen yang gue tunggu-tunggu dalam hidup gue. Kesempatan untuk bisa berlibur ke luar kota, ke luar negeri, atau bahkan perjalanan dinas yang sampai ke pelosok, selalu membuat gue &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excited&lt;/span&gt;; walaupun nggak jarang, gue harus bisa melek jam 3 pagi, lantaran pesawat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;take off&lt;/span&gt; jam 6 pagi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But, to be honest, that's the only 'worst part' in my every trip&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu yang lalu, gue ke salah satu tempat, desa di luar kota Yogyakarta; ada keperluan kantor, site visit ke sana. Dusun yang gue kunjungi menurut gue sangat menyenangkan. Pohon-pohon dimana-mana, pohon buah-buahan kebanyakan. Gue bisa li'at durian nangkring di pohon dengan megahnya (tapi gue males banget lewat di bawahnya); gue tertipu sama kweni, yang gue pikir mangga (damn!!! gue merasa sangat kampung ketimbang mereka); gue ngeli'at vanilla, salah satu project gue di kantor lama, yang ngebuat gue senyum-senyum sendiri (andaikan penduduk setempat tau, kalo' mereka sedang menanam buah seharga 2 juta per kilo); gue nyoba'in kakao, yang nggak ada indikasinya bahwa itu bahan baku ngebuat coklat; gue bawa pulang biji pala, yang adalah cikal bakalnya manisan menado yang cukup terkenal, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;As i stood there in amazed, i was glad. I live in a 'rich' country. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk setempat umumnya membuat gula merah dan menjualnya di pasar terdekat, atau kepada tengkulak-tengkulak. Waktu gue dateng ke rumah mereka (beberapa), gue kagum dengan keramahtamahan mereka (makan sampe' gue mencret, gileee... banyak banget!!!!). Gue selalu tersenyum saat gue melihat wajah mereka yang senang dengan pekerjaan mereka; membuat gue bangga, bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak menyerah dengan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa masalah yang mereka hadapi adalah penggunaan tungku untuk membuat gula merah. Kerap kali, asap yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar yang mereka gunakan (umumnya kayu, ranting-ranting yang berjatuhan), mengebul sangat dahsyat di dapur. Dengan ventilasi yang kurang memadai, tak heran kalo' para wanita yang umumnya bekerja di dapur, harus menderita penyakit pernapasan. Tidak tahukan kalian, bahwa 1.6 juta orang di dunia ini, meninggal karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;indoor air pollution&lt;/span&gt; (mirip seperti kasus di atas)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang dan LSM setempat berusaha untuk meminimisasi hal ini, sehingga kemudian terciptalah design baru dari tungku yang mereka gunakan. Waktu kemarin kesana, gue bisa li'at bahwa dapur mereka terbebas dari asap. Para wanita bebas 'berkarya' dengan membuat nira dan juga mempersiapkan makanan bagi para anggota keluarga tanpa dipusingkan oleh asap itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang sangat sederhana, tapi itu adalah sebuah karya yang nyata yang langsung menyentuh rakyat kecil, hal yang selama ini terlupakan bagi kita. Kita pikir uang bisa menyelesaikan segalanya; namun sebenarnya, ilmu yang bisa membuat kita menjadikan hal-hal yang nggak mungkin jadi mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ilmu, orang-orang jalanan bisa mengumpulkan tutup-tutup botol, merangkainya sedemikian rupa, hingga bisa digunakan untuk mengamen. Ujung-ujungnya, mereka dapet uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ilmu, para pemulung tau, mana yang berguna untuk dipungut, dan mana yang tidak. Menjual botol plastik bekas, mereka bisa dapet uang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ilmu, orang bisa mengatur pengeluaran mereka dari uang yang mereka dapatkan dari Bantuan Langsung Tunai; akhirnya, mereka bisa hidup juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tentu saja, kemauan untuk berusaha akan menjadi faktor yang cukup menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-9104323957563863913?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/9104323957563863913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=9104323957563863913' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/9104323957563863913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/9104323957563863913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2006/12/berkunjung-ke-tempat-lain-bukan-hanya.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-116372679299686816</id><published>2006-11-16T17:17:00.000-08:00</published><updated>2006-11-16T17:26:33.003-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Gue cuman bisa menatap sedih, atau kesal, saat gue ngeli'at orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;There he was&lt;/span&gt;, seorang tua, yang jalan pun kayaknya udah susah banget. Terlihat miskin, seperti seorang peminta. Dia dateng'in sebuah warung, dan guess what apa yang dia beli? Rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia menyalakan rokoknya, dan mulai mengebulkan asapnya, di balik pundaknya yang bungkuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak tau apa yang salah, apakah karena gue nggak suka rokok (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;for some of you, it's reliefing, but it's actually a poison... please stop...&lt;/span&gt;)  atau karena gue yang nggak mengerti manusia yang suka ngerokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuman satu hal yang membuat gue berpikir, lebih menyenangkan memberikan kepada orang miskin barang-barang yang berguna (langsung aja kasih makan, minum, baju atau lain sebagainya), ketimbang memberikan mereka uang. Karena menurut gue, toh mereka juga nggak terlalu mengerti prioritas mereka, apakah makanan, atau kebutuhan tambahan seperti rokok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PS&lt;/span&gt;: gue bersyukur banget BLT (Bantuan Langsung Tunai) diubah menjadi Bantuan Tunai Bersyarat. Karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;one thing for sure&lt;/span&gt;, memberantas kemiskinan bukan dengan cara memberikan mereka uang begitu saja, tapi dengan cara merubah pola pikir mereka untuk mereka bisa mengusahakan kehidupan yang lebih layak... persis seperti yang &lt;a href="http://www.grameen-info.org/"&gt;Muhammad Yunus&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.grameen-info.org/"&gt; dan Grameen bank&lt;/a&gt; kerjakan, itu yang lebih tepat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ime'...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-116372679299686816?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/116372679299686816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=116372679299686816' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/116372679299686816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/116372679299686816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2006/11/gue-cuman-bisa-menatap-sedih-atau.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-116312365698144458</id><published>2006-11-09T17:43:00.000-08:00</published><updated>2006-11-09T17:54:17.613-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Namanya Muradi, seorang pemulung yang banyak &lt;i style=""&gt;nongkrong&lt;/i&gt; di daerah pejompongan, dekat dengan rumah sakit angkatan laut, di lahan kosong diantara bank Mega dan bank Mandiri (kalo' kata temen gue, 'hah? Diantara semua kemegahan itu????').&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gue nggak biasa sebenarnya yang namanya dateng'in orang (pemulung pula) terus ngobrol sama mereka. Tapi kemaren, gue memutuskan untuk melakukan hal itu, sama temen-temen gue dari &lt;a href="http://untuk-generasi-indonesia.blogspot.com"&gt;KTH&lt;/a&gt;, lantaran ini ada kaitannya juga dengan anak-anak dan pendidikan (sesuai dengan area kerja &lt;a href="http://untuk-generasi-indonesia.blogspot.com"&gt;KTH&lt;/a&gt;, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;poverty alleviation through education&lt;/span&gt;).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Muradi, atau biasa dipanggil Ody, adalah seorang pemulung berumur 52 tahun, yang terpaksa bekerja jauh dari keluarganya, lantaran ia harus menghidupi 5 orang anaknya (satu katanya sudah meninggal) mati-matian. Dia hanya bisa bekerja sebagai seorang pemulung, dengan pendapatan per minggu 44 ribu rupiah, jadi kalau sebulan, sekitar 160 ribu rupiah. "Itupun kalo’ dapet barang," (maksudnya botol-botol plastik bekas air mineral, yang konon harganya cuman Rp. 2000/kg botol air plastik, sedangkan untuk kalengan, harganya Rp. 10.000/kg).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Waktu gue ngobrol dengan Pak Ody, gue sama sekali tidak melihat adanya kekotoran pada dia. Dia sangat bersih, walaupun kulitnya terbakar matahari. Untuk seseorang yang berumur 52 tahun, gue bilang, Pak Ody cukup terlihat muda. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;"Setiap hari saya jalan dari ujung &lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt; (Pasar Benhil) sampe' ujung &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; (Pejompongan). &lt;span style="" lang="FR"&gt;Dari pagi sampe' magrib, mbak," katanya. Gue, dengan polosnya, "Kenapa nggak pas malem aja, Pak? Kan nggak panas, "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;"Kalo' malem, suka disangka maling," katanya. "Padahal, saya kan kerja jujur, mbak," tambahnya lagi. Iya, dia jujur. Walaupun hanya sebagai pemulung, dan walaupun sudah bekerja sampe' jungkir balik, dapetnya cuman seuprit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi, gue juga nggak menyalahkan orang-orang yang menyangka maling itu, lantaran begitu banyak juga orang susah yang ngambil'in gembok rumah orang, karena mereka sama sekali nggak dapet barang yang biasa mereka jual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Serba salah? Iya...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Pak Ody ini punya 4 orang anak perempuan, dan semuanya nggak pernah sekolah. Bahkan yang paling tua (15 tahun) sama sekali nggak bisa baca dan menulis. Menyedihkan banget...&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Anak Pak Ody yang ketiga menderita kelainan mata (bola mata kanannya sangat kecil), sehingga kalau nonton TV, harus benar-benar dari dekat. Istri Pak Ody meninggal tahun 2002, entah karena penyakit apa. "Boro-boro bisa bawa ke dokter, makan aja susah, dan saya nggak ada pekerjaan," katanya waktu itu. Dan gue waktu itu masih pada pemikiran gue yang sangat idealis tentang seorang dokter, mau tetap membantu, walaupun gratis. Bukankah dokter-dokter sekarang (apalagi yang spesialis), sudah cukup kaya? Dokter-dokter yang sudah mapan, tentunya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sekarang, Marsitah, anaknya Pak Ody yang menderita kelainan pada mata kanannya, harus hidup dengan mata yang kurang bisa dipakai. Masih kecil, 9 tahun. Masa dimana ia, seharusnya bisa menikmati warna-warni dunia ini...&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Is there anything that we could do to help&lt;/span&gt;, selain berdoa?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;Btw, ini cuman satu contoh kasus, masih banyak kasus seperti ini yang bertebaran di Jakarta... &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PS&lt;/span&gt;: terima kasih buat Kompas untuk artikel tentang Pak Ody hari Selasa kemarin, yang membuka mata gue banget, hingga akhirnya gue bisa ketemu dengan seorang Pak Ody, walaupun gue sama sekali nggak tau bisa kasih apa sama Pak Ody.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;ime’…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-116312365698144458?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/116312365698144458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=116312365698144458' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/116312365698144458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/116312365698144458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2006/11/namanya-muradi-seorang-pemulung-yang.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-116280574319909441</id><published>2006-11-06T01:35:00.000-08:00</published><updated>2006-11-06T01:35:43.203-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Akhir-akhir ini udah banyak banget berita yang mengungkit soal perubahan iklim. Sebenarnya, apa sih perubahan iklim itu?  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekarang ini, iklim itu dikatakan sudah mengalami pergeseran. Coba pikir aja, gimana bisa yang namanya musim hujan itu, tapi ada kekeringan ada dimana-mana? Gimana bisa yang namanya musim kemarau itu, malah ada banjir di beberapa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tertentu? Aneh bin nyata, yet itu terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konon kabarnya, perubahan iklim itu disebabkan oleh akumulasi gas-gas rumah kaca di atmosfir. Kenapa bisa terakumulai disitu? Ya karena udah kebanyakan, dan memang ada beberapa gas yang harus 'nyangkut' di atmosfir, untuk menjaga temperatur bumi, supaya manusia nggak kedinginan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Salah satu kehebatan Tuhan itu disitu. &lt;/span&gt;Beliau men-design bumi ini sedemikian rupa, sehingga atmosfir harus 'menangkap' gas-gas tertentu, supaya bumi ini tetap hangat dan layak tinggal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ukuran yang dipakai adalah gas CO2, karbon dioksida. Gas yang satu ini diserap dan dihasilkan oleh pohon juga. Pohon menyerap CO2 untuk proses fotosintesis, sedangkan CO2 akan dilepas, pada saat pohon melakukan aktifitas yang bernama respirasi (pohon juga bisa bernafas, you know?).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Eniwei, penghasil CO2 bukan hanya pohon-pohon itu, manusia juga. Bahkan, setiap manusia bernafas, ada CO2 yang dihasilkan; dan itu tidak bisa dihindari, kecuali kalau anda ingin berhenti bernafas tentunya, sambil berkata anda sedang melakukan sesuatu yang mulia (mengurangi CO2 dengan cara berhenti bernafas dengan disengaja, itu bukan kegiatan mulia, tapi kegiatan bodoh).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karbon dioksida bukan hanya dihasilkan dari respirasi manusia dan mahluk hidup lainnya, namun juga dari pembakaran bahan bakar berbasis karbon. Misalnya saja, fossil fuel, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan bensin, solar, minyak tanah dan lain-lain. Lihat saja di jalan-jalan, begitu banyak mobil, motor dan kendaraan bermotor lainnya, yang pada prinsipnya menghasilkan CO2. Kelihatannya, kalau punya mobil, kita akan merasa lebih 'berada', tapi sebenarnya, anda berkontribusi untuk merusak system alam, yang anda akan rasakan sendiri akibatnya beberapa tahun yang akan datang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akumulasi gas CO2 di atmosfir akan mengakibatkan naiknya temperature bumi (jelas dong. Misalnya, untuk 1 m3 CO2, suhu bumi bisa mencapai 15 C, maka semakin banyak CO2 di atmosfir, temperature bumi semakin meningkat. &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, CO2 sengaja 'diadakan' untuk menghangatkan bumi). Terus, apa efeknya? Hohohoho... banyak banget...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tahukah anda bahwa semakin panas bumi ini, semakin banyak pula air di permukaan bumi yang meluap? Gimana kalo' air meluap? Kekeringan adalah salah satu akibat yang sangat logis. Kedua, naiknya temperature bumi akan mengakibatkan ekspansi air laut. You know? Memuai? Inget nggak pelajaran SD, dimana kalau temperatur naik, pasti akan terjadi pemuaian? Nah, air laut juga memuai. Apa akibatnya? Level permukaan air laut itu naik. Efeknya? Hujan sedikit aja, daerah di pinggiran laut itu bisa terkena banjir, apalagi kalo' ada sungai-sungai yang terhubung dengan laut itu. Masih ada yang lain lagi, penyakit-penyakit yang disebabkan sama nyamuk-nyamuk dodol itu, heat stress, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lucu yah? Padahal awalnya sederhana, kita cuman naik mobil doang. Nggak salah sih naik mobil, toh, kita butuh juga. Tapi, apakah satu orang harus satu mobil? Mmmm... aneh... apalagi, ada jasa omprengan yang bisa dipake'. Ketimbang bayar bensin, mendingan bayar omprengan aja kali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memang sulit sih, apalagi buat yang berprofesi sebagai orang marketing. Hhehhehe... kalo' gue sih, mendingan mobilnya gue taro kantor, terus gue pulang naik kendaraan umum. Besoknya, gue naik kendaraan umum lagi, terus, untuk operasional ya gue pake' mobil kantor. Palingan, mobil kantor gue pake' pas weekend aja. Kalo' gitu, cukup feasible nggak?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan begitu, duit bensin yang dikasih kantor sisanya jadi tambah banyak, terus, kita jadi mengurangi jumlah kendaraan yang beredar di jalanan. Artinya apa? Artinya, kita mengurangi setidaknya satu kendaraan bermotor di jalanan, which means ada peluang untuk kemacetan itu berhenti. Lagipula, untuk kendaraan dengan kecepatan rendah (dibawah 5 km/jam), emisi CO2 itu jauh lebih besar ketimbang kendaraan bermotor yang melaju dengan kecepatan tinggi (gue nggak ngajarin untuk ngebut juga yah?). Oh iya, ini belum menghitung tentang penebangan pohon yang sembarangan, yang berarti memperkecil kapasitas bumi ini untuk menampung CO2. Huhuhuhu... &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi, gimana dong? Well, kalo' kalian emang care dengan masa depan dunia ini, would you please take part in the global warming mitigation action by reducing the use of fossil fuel?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kasian lho yang kebanjiran sama kekeringan. Jangan sampe' kita jadi menyesal di masa yang akan datang karena apa yang kita lakukan di masa kini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semua orang bisa melakukan hal-hal yang berkenaan dengan mencegah emisi CO2. Bike to work would be a great example. Atau mungkin, becak digalang lagi? Hehehehe... I just love becak so much :D&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PS&lt;/span&gt;: ini bukan statement, ini pikiran gue pribadi... hehehehe...  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;ime'...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-116280574319909441?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/116280574319909441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=116280574319909441' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/116280574319909441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/116280574319909441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2006/11/akhir-akhir-ini-udah-banyak-banget.html' title=''/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-115856300934346764</id><published>2006-09-18T00:03:00.000-07:00</published><updated>2006-09-18T00:03:29.376-07:00</updated><title type='text'>Realities are always painful...</title><content type='html'>Pedofilia. Siapa yang nggak tau? Ngacung!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmmm... gue juga baru tau sih apa itu pedofilia. Konon kabarnya, pedofilia itu adalah sejenis 'sindrom' dimana orang-orang dewasa menyukai anak kecil sedemikian hebatnya, sehingga &lt;i&gt;they just wanted to sex those kids up&lt;/i&gt; *color me bad banget*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak terlalu ngerti tentang seluk belum manusia jenis ini, sampai suatu hari, salah seorang temen gue mulai bercerita tentang kasus yang dia hadapi. &lt;i&gt;And you know what&lt;/i&gt;? Indonesia merupakan salah satu tempat yang 'empuk' buat para pedofilis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah suatu hal yang menggemparkan dunia kita, kalau di Indonesia tingkat kemiskinan ada dimana-mana. Apalagi, beberapa waktu lalu, salah satu media cetak di Indonesia mengatakan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai angka 20% sekian. &lt;i&gt;Pathetic&lt;/i&gt;? Iya, &lt;i&gt;pathetic&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;At least&lt;/i&gt;, itu yang gue rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga manusia, nggak bisa hidup kalau nggak dikasih makan. Bahkan amuba pun &lt;i&gt;need to eat something, right&lt;/i&gt;? Dan orang-orang miskin itu juga manusia, &lt;i&gt;they need to eat&lt;/i&gt;. Lalu, apakah salah jika mereka berusaha untuk mengisi perut mereka dengan cara mereka sendiri? Nggak kan? Tapi, apakah harus dengan cara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang temen gue beberapa waktu lalu berusaha untuk mengungkit kasus pedofilia ini. Bukan cuman untuk membongkar siapa yang ada di belakangnya, tapi juga dia ngomong sama beberapa korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang paling mengenaskan yang ia terima adalah "Abis, saya nggak tega ngeli'at ibu, mbak. Kalau saya nggak begini, kami mau makan apa sehari-hari?". Entah itu emosi belaka atau gimana, yang jelas, gue sedih banget dengernya. &lt;i&gt;And what can i do about it&lt;/i&gt;? Gue nggak tau apa yang bisa gue lakukan kecuali diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang diajak orang orang-orang yang mengalami pedofilia ini kemudian dikasih minum C*** yang sudah dikasih obat tidur. &lt;i&gt;The next morning&lt;/i&gt; si anak ini bangun, ia mendapatkan dirinya terbaring &lt;i&gt;naked&lt;/i&gt; dan mengalami pendarahan di anusnya. Dia pun... nggak bisa jalan...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue cuman bisa merem waktu mendengar cerita ini. Antara percaya atau tidak, &lt;i&gt;but it is real&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ngesel'innya lagi, pihak yang berwenang udah tau masalah ini, &lt;i&gt;yet&lt;/i&gt; mereka diam saja. Malahan mereka bertanya, "Pihak anda mau memberi kontribusi apa?" Hah????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh... dunia ini sudah jadi aneh...&lt;br /&gt;dan jujur, gue nggak tau gimana caranya mengatasi keanehan ini... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin ini nggak terjadi secara literal di depan mata kita, di dunia kita; tapi, ini terjadi di suatu tempat di ujung sana, yang mungkin bisa kita bilang sebagai, '&lt;i&gt;our outer space&lt;/i&gt;'...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;ime'...&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-115856300934346764?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/115856300934346764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=115856300934346764' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/115856300934346764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/115856300934346764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2006/09/realities-are-always-painful.html' title='&lt;i&gt;Realities are always painful...&lt;/i&gt;'/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-115803610683997236</id><published>2006-09-11T21:41:00.000-07:00</published><updated>2006-09-11T21:41:48.040-07:00</updated><title type='text'>Suatu pagi...</title><content type='html'>Aku menaiki bis itu; seperti biasa, aku selalu mencari tempat duduk kosong di daerah paling belakang. Setelah aku duduk, i just opened up my book, 'Edison: Inventing the Century' and get myself drowned into it...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not a long time afterwards, &lt;br /&gt;"&lt;b&gt;&lt;font size="2"&gt;Selamat pagi bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. Mohon maaf kalau saya mengganggu,&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;and this guy started to play something in his hands (it's actually a series of bottle caps *made of iron or something*, were 'bound' together with a nail) and started to sing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be honest, i don't really like what he was singing, and i don't really like his voice. Yet, he's blind and... poor... you can see it from his clothes...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How am i suppose to do? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't really like to give because i have a pitty on him, because i don't want him to think that he can get some money though he couldn't sing. Just 'play' poor and need-a-hand-here-hello???-thingy and then he could get some money; it's this kind of attitude (then turns to mentality) that we usually tend to have. Just make people feel sorry for us, then we live... that's not what i wanted to be...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I didn't give him some of my money. I just try to see at the bright side, have a faith that he would live anyway...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With one thing i have inside my heart, "One day, i wanna have a (youth) centre, that would help lots of handicapped people to have skills thus they don't have to earn some money by doing the thing they don't even have a capability to do such..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;b&gt;ime'...&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-115803610683997236?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/115803610683997236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=115803610683997236' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/115803610683997236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/115803610683997236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2006/09/suatu-pagi.html' title='Suatu pagi...'/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34249681.post-115803403306758604</id><published>2006-09-11T21:07:00.000-07:00</published><updated>2006-09-11T21:07:13.070-07:00</updated><title type='text'>My Outer Space....</title><content type='html'>&lt;font color="#0080FF"&gt;This blog is dedicated for every single thing that happens in my 'outer space'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I define my life as a world; yet, i don't live here alone. I have friends, family and especially, i have my community and of course country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This blog was made because i've been inspired of all things that happen around me. Lots of politics playing around, people got all the bad concequences and the 'strong man' will just walk away...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hope that this blog would open up our eyes (as it is with mine) that there are still lots of people suffer a lot... more than we could ever bear...&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;font color="#0000A0"&gt;&lt;b&gt;ime'...&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34249681-115803403306758604?l=the-outer-space.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-outer-space.blogspot.com/feeds/115803403306758604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34249681&amp;postID=115803403306758604' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/115803403306758604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34249681/posts/default/115803403306758604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-outer-space.blogspot.com/2006/09/my-outer-space.html' title='&lt;font color=&quot;#0000A0&quot;&gt;My Outer Space....&lt;/font&gt;'/><author><name>ime'</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://static.flickr.com/33/52283324_d55ac5a741_m.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
